BERITA TERKINI

Shutting Down Sabet Juara Festival Band Akhir Tahun

Written By K2-911FM on Jan 1, 2017 | 8:17 AM

INDRAMAYU – K2 FM – Minggu,1/1-2017, 08:017 WIB

                        Shutting Down band, menutup sekaligus menjadi klimaks gelaran Festival Band Akhir Tahun yang digelar Dewan Kesenian Indramayu (DKI) kemarin. Band penampil di urutan paling buncit ini menyabet juara pertama dengan raihan nilai 702.

                        Shutting Down dinilai dewan juri tampil kompak, harmonis dengan menonjolkan skill personilnya.  Peserta nomor 12 ini layak merebut juara pertama setelah membawakan 2 lagu bebas., satu di antaranya Semut Semut Hitam milik God Bless.

                        Band yang digawangi lima personil berkostum rata-rata hitam ini menunjukkan aksi panggung cukup atraktif.  Mereka benar-benar memiliki kesiapan yang matang untuk berkompetisi.  Hal itu tampak saat menyanyikan hits Semut Semut Hitam yang dibuat dengan aransemen lebih nge-rock daripada lagu aslinya.

                        Festival Band Akhir Tahun dilaksanakan di halaman gedung Panti Budaya yang juga markas DKI, Sabtu (31/1) kemarin, dalam merayakan saat pergantian tahun baru 2016-2017.  Panitia menunjuk 3 orang juri senior dalam bidang musik, Jumadi, Hadi Santoso dan Memphis Suripto.  Acara dibuka oleh Kasi Kesenian Disporabudpar Indramayu, Asep Ruchiyat, S.Sn pada pukul 14.00 WIB, dihadiri Ketua DKI Sihabudin, disaksikan sejumlah penonton di seputar venue dan pengguna jalan.

                        Dewan Juri menetapkan juara 2 yaitu Power Rangers dan pemenang 3 diraih Gagak Winangsih.  Keseluruhan pemenang diberikan tropi dan piagam penghargaan pada malam harinya.

           Meski membawakan ‘lagu orang’, penampilan Power Rangers sang juara 2 sempurna tanpa cacat.  Dua lagu terkenal kepunyaan Avenged Sevenfold pun dibabat habis.  Perpaduan antara suara ‘growl’ dan ‘scream’ si vokalis, nyaris mendekati teriakan Matt Shadows saat membawakan Second Heartbeat.  Tak hanya itu, skill gitaris Power Rangers juga tak diragukan kemampuannya.  Gitaris kidal ini sesekali berposisi sebagai vokalis 2.

                        Gagak Winangsih cukup puas sebagai pemenang ke-tiga dengan perolehan nilai total 679.  Salah seorang juri mengatakan, band pelajar asal Krangkeng ini memiliki kelebihan pada stage act, piawai mengulik materi lagu dan kental dengan musik daerah.  Gagak Winangsih me-recycle lagu Cibulan, sebuah lagu daerah yang diaransemen dengan balutan rock alternatif.  (Jeffry)   

Gagak Winangsih, Pengusung Rock Alternatif Bernuansa Daerah

Written By K2-911FM on Dec 21, 2016 | 3:53 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Rabu,21/12-2016, 15:53 WIB

                        Tidak banyak band-band lokal yang memasukkan unsur musik tradisional dalam musiknya.  Namun tidak demikian bagi group musik asal Karangampel, Gagak Winangsih. Band yang digawangi 6 personil rata-rata pelajar ini berkomitmen mengusung aliran rock alternatif dengan nuansa kedaerahan.

                    Salah satu personil cewek sekaligus vokalis utama Indri mengatakan, Gagak Winangsih Band dibentuk tahun 2014, pas di hari jadi Indramayu.  “Kebetulan kita di sekolah punya satu kesamaan sebagai pecinta musik.  Kita sepakat membentuk Gagak Winangsih dan fokus memainkan musik yang berbeda, yaitu memadukan rock alternatif dan musik tradisional Indramayu,” jelas Indri.

                        Indri yang masih berstatus pelajar kelas XII jurusan TKJ di SMKN 1 Krangkeng ini boleh dibilang sosok paling berperan di band.  Secara personal, pengalaman pentas Indri sudah kemana-mana, baik saat bergabung dengan Gagak Winangsih maupun band sebelumnya.  Kepada K2 FM, ia mengaku punya banyak pengalaman bersama band Gouvour Army.

                “Bersama Gouvour Army, sejumlah prestasi kita raih. Cuman sayangnya band sekolah ini lagi vakum karena personilnya udah pada lulus,” kenang Indri bercerita tentang band lamanya.  Hebatnya, tradisi selalu juara dalam tiap festival band  ia lanjutkan bersama Gagak Winangsih hingga sekarang.

                        Para personil Gagak Winangsih Band terdiri dari Indri (vocalist), Rinto (guitarist 1), Novi (guitarist 2), Abdul Mu’is (keyboardist), Ahmad Firmansyah (bassist) dan Bagus Ahmad Arif (drummer).  Mereka memiliki base camp di Desa Dukuh Tengah jalan Raya Perempatan Mundu Karangampel Indramayu.

                        Prestasi yang diraih yaitu juara 2 Festival Band Cimanuk, juara 1 Festival band Pelajar Sayu, juara 1 Festival Band Pelajar se-Indramayu, juara 1 Festival Band se-Ciayumajakuning di Grage City Mall Cirebon dan juara 3 Festival Band di Trusmi Cirebon.

                        Selain menorehkan beberapa prestasi, anak-anak Gagak Winangsih kerap melatih band di lingkungan sekolah tiap Rabu dan Sabtu.  “Kita membimbing mereka biar meneruskan dan mengikuti jejak kita untuk gimana bermain musik yang baik,” tambah Indri.

                        Saat ditanya apakah penting menunjuk seorang manajer dalam sebuah grup band, Indri tegas menyatakan sangat diperlukan figur manajer untuk mengatur segala sesuatu, terutama me-menej latihan, show, keuangan dan lain-lain.


                        Kiprah Gagak Winangsih Band hingga saat ini tetap konsisten dengan jalur musik yang dianut.  ‘Kalaupun saat manggung ada rekues, ya kita harus penuhi biarpun bukan genre kita.  Itu kita anggap bukan sebagai hambatan tapi menjadi tantangan,” ungkap Indri didampingi sang gitaris Rinto.  (Jeffry)


 Rinto dan Indri dari Gagak Winagsih Band.  (Photo : K2 FM)

Kecelakaan Tol Cipali, Polres Indramayu Umumkan Korban Tewas Tak Dikenal

Written By K2-911FM on Dec 14, 2016 | 11:41 AM


INDRAMAYU – K2 FM – Rabu,14/12-2016, 11:41 WIB

                        Seorang korban tewas dalam peristiwa lakalantas di Tol Cipali KM 137/400 hingga kini belum diketahui identitasnya.  Korban berjenis kelamin pria yang diperkirakan berusia 30 tahun itu merupakan penumpang microbus Dedy Jaya.
 
Dalam peristiwa yang terjadi Selasa (13/12) kemarin pukul 09.45 pagi, microbus dengan nomor polisi G 1581 GR menabrak bagian belakang dump truck Colt Diesel nomor polisi E 9266 VC, mengakibatkan 2 penumpang microbus Dedy Jaya meninggal.

Seorang dari  2 korban meninggal diketahui bernama Toto (32), pekerjaan swasta beralamat di Desa Karanganyar RT 014/007 Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Tegal.  Sedangkan seorang korban tidak dikenal, hingga saat ini belum ada keluarga yang mengakuinya.

Kepolisian Resor Indramayu melalui Kasatlantas Polres Indramayu AKP. Dony E. Wicaksono, S.H., S.Ik menyerukan bagi keluarga atau famili yang mengenali korban agar menghubungi Unit Penanganan Kecelakaan Lalu-Lintas Polres Indramayu, di jalan Gatot Subroto nomor 3 Indramayu, atau melalui telpon (0234) 274444.

Ciri-ciri korban, laki-laki sekitar 30 tahun dengan tinggi badan sekitar 160 cm, rambut lurus/hitam berkulit sawo matang.  Pada saat kejadian, korban mengenakan celana jeans warna hitam, kaus putih lengan panjang warna merah dan mengenakan kalung warna putih.

Pemberitahuan terkait korban lakalantas tersebut disampaikan Polres Indramayu lewat surat edaran nomor B/236/XII/2016/lantas ke radio Kijang Kencana untuk disiarkan ke masyarakat luas.  (Jeffry)  

Avenged Sevenfold Dominasi Nite Rock

Written By K2-911FM on Dec 13, 2016 | 3:45 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Selasa,13/12-2016, 15:44 WIB

                        Lagu-lagu dari Avenged Sevenfold masih mendominasi di acara Nite Rock.  Sejumlah hits milik A7X hampir dipastikan selalu muncul. Minggu ini, niterockers (pendengar acara Nite Rock) meminta single So Far Away, Scream dan Requiem.

                        Tak dipungkiri, tembang-tembang dari band pengusung metalcore yang kini digawangi M. Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ dan Arin Ilejay ternyata masih diminati pendengar.

                       A7X telah merilis 6 album studio dan terjual lebih dari 8 juta album di seluruh dunia.  Kesuksesan mereka ditunjang musikalitas mumpuni dengan komposisi musik yang mudah diterima orang Indonesia.  Tidaklah sulit untuk membuktikannya jika sering mendengarkan Nite Rock.  Program khusus lagu rock ini tayang tiap Minggu malam di 91.1 FM.

                         "Dalam sekali penayangan, bisa 4 - 5 pendengar yang merekues lagu-lagu Avenged Sevenfoldm" kata pamong acara Nite Rock, Jeffry.

                             Selain menelurkan hits-hits mendunia, Shadows cs terus melakukan tour show ke beberapa negara.  Menurut situs resmi www.avengedsevenfold.com  , tour tahun depan sudah menanti.  Jadwal padat A7X di Eropa pada Januari 2017 dimulai dari negara Irlandia dan Inggris.  Kemudian berlanjut di bulan Pebruari ke Jerman, Belanda, Itali, Swiss, Austria hingga Perancis.  Tiket yang dibandrol mulai termurah Rp. 509 ribu ke atas, bisa dibeli on line lewat situs www.viagogo.com.  Di beberapa tempat, tiket hampir habis terjual kecuali di Hydro Glassgow, Motorpoint Arena Nottingham dan The 02 Arena London.

                                Lagu-lagu yang direquest pada Nite Rock edisi Minggu (11/12) memang tidak melulu A7X.  Ada sejumlah band dengan nama-nama besar beraliran cadas :

- You're Not Alone (Saosin)
- Nobody (Skindred)
- Karate (Baby Metal)
- I Don't Love You (My Chemical Romance)
- City of Sin (Escape The Fate)
- Redemption (Shadowsfall)
- 666 (Satanic Warmaster)
- Tears Don't Fall (Bullet For My Valentine)
- Trail of Broken Hearts (Dragonforce)
- You Onlly Live Once (Suicide Silence)
- So Far Away (Avenged Sevenfold)
- Another Life (Iron Maiden)
- Scream (Avenged sevenfold)
- The Cure (Versus The Ocean)
- Clocks (Ocean Ate Alaska)
- Room 409 (Bullet For My Valentine)
- Requiem (Avenged Sevenfold)
- Inner Self (Sepultura)
- Linger (Epica)
- With Ear To See And Eyes To Hear (Sleeping With Sirens)
- Remember It's Me (Gotthard)         

Aksi Demo Chef Aiko Di Bumi Patra

Written By K2-911FM on Dec 9, 2016 | 3:17 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Jum’at,9/12-2016, 15:17 WIB

                      Chef cantik Aiko Sarwosri Isra atau lebih dikenal dengan Chef Aiko, hadir di perumahan Pertamina Bumi Patra Ayu Indramayu, Jum’at (9/12).  Wanita 27 tahun yang dikenal luas sebagai pemandu kuliner kondang ini memperagakan resep sejumlah makanan/minuman di acara ‘Cooking Class’.

                        ‘Cooking Class’ merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pertamina RU VI Balongan dalam memeriahkan ulang tahun ke 59 Pertamina tahun 2016.  Kegiatan bersifat edukasi dan pelatihan pengolahan makanan berbahan baku mangroove.

                        Hadir mengenakan busana warna hitam di atas panggung, Chef Aiko di depan hadirin yang mayoritas ibu-ibu Pertamina RU VI Balongan, memperagakan praktek membuat sejumlah makanan dan minuman dari bahan yang banyak terdapat di pesisir Indramayu.  Dengan memanfaatkan tanaman yang tumbuh di kawasan hutan mangroove, Chef Aiko mampu membuat makanan/minuman yang layak dikonsumsi.  

                        Di tangan Chef Aiko, tidak sulit baginya bagaimana meramu minuman/sirup mangrove yang berasal dari buah pidada.  Bahkan biji pidada dapat dibuat cokelat.  Meski buah pidada banyak terdapat di pesisir pantai, sebagian ibu-ibu belum mengetahui bentuk dan rasanya.  “Ini buah pesisir, rasanya asam dan lebih segar,” kata Aiko yang juga seorang model dan selebritis Indonesia ini. 
 
Seorang ibu dari kelompok PKK salah satu kecamatan di Indramayupun penasaran. Ia puas setelah mencicipi langsung buah pidada yang disodorkan Chef Aiko. “Rasanya seperti asam kanji ya,” komentarnya.  Sirup Sparkling Mangroove yang sudah berbentuk kemasan botol sengaja dipamerkan di atas panggung, berjejer dengan produk olahan lain seperti kecap mangrove, ice cream mangrove, cokelat mangrove dan lain-lain.  Aikopun mempraktekkan resep masakan Alur Dabu-Dabu

Chef Aiko setuju bila makanan maupun minuman segar produk hasil olahan dari bahan yang banyak dijumpai di pesisir Indramayu dapat dikenal di dunia internasional.  Kegiatan ‘Cooking Class’ diharapkan akan menginspirasi ibu-ibu penggiat usaha untuk lebih memacu meningkatkan keahlian dan keterampilan di bidang kuliner.  Apalagi Pertamina RU VI Balongan sangat peduli terhadap Industri Kecil Menengah terutama kelompok kalangan ibu rumah tangga.

  Hingga saat ini, Pertamina RU VI Balongan telah membina beberapa kelompok masyarakat di sekitar Pantai Karangsong untuk melakukan pembibitan dan penanaman mangroove sekaligus mengembangkannya sebagai bahan olahan pangan.

                         Usai acara, sejumlah ibu-ibu berfoto dengan Chef Aiko serta digelar acara makan siang bersama.  'Cooking Class' dihadiri 200 peserta dari kelompok ibu-ibu dan organisasi wanita seperti Persatuan Wanita Patra (PWP) Pertamina RU VI Balongan, PKK seluruh Kecamatan, kelompok usaha Hawa Kreasi, kelompok usaha jamur Bina Sejahtera, ibu-ibu Bhayangkari serta sejumlah kelompok binaan Pertamina dalam lingkup RU VI Balongan Indramayu.  (Jeffry)

    Chef Aiko berfoto dengan ibu-ibu peserta.  (Photo : Jeffry)

Festival Band Meriahkan Malam Tahun Baru 2017

Written By K2-911FM on Dec 1, 2016 | 11:14 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Kamis,1/12-2016, 23:14 WIB

                        Untuk mengisi kegiatan pada malam pergantian tahun baru 2017, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) menginisiasi sebuah kompetisi musik (band) untuk umum.  “Festival Band Akhir Tahun” ini diharapkan mampu menampung dan mengembangkan bakat generasi muda ke arah lebih positif.

                        Festival band digelar pada Sabtu 31 Desember 2016 di halaman gedung Dewan Kesenian Indramayu atau Panti Budaya.  “Festival band kali ini ditampilkan dengan konsep outdoor agar bisa disaksikan oleh masyarakat yang menikmati malam pergantian tahun baru,” terang Sekretaris panitia Ramdhan Ady Kriestanto, S.Pd.

                        Dengan biaya pendaftaran Rp. 75.000/peserta, panitia melalui Komite Musik DKI menyediakan sejumlah hadiah sebagai penghargaan kepada para pemenang.  Pendaftaran dibuka dari tanggal 25 Nopember sampai 24 Desember 2016 dengan persyaratan mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi biodata personil.  Tempat pendaftaran di sekretariat DKI, jalan RA. Kartini nomor 1 Indramayu.

                        Dikatakan Ramdhan, pihaknya membebaskan peserta untuk membawakan genre/aliran musik apapun. Panitia menyediakan panggung dan seperangkat instrumen band lengkap. Peserta dibolehkan membawa alat musik sendiri misalnya gitar, kibor, snare drum, jimbe ataupun stick drum.

                        Panitia agaknya tak terlalu memberatkan dalam so’al persyaratan peserta.  “Yang penting bakat anak muda Indramayu dapat tersalurkan melalui kompetisi yang sehat,” kata Ramdhan yang juga seorang musisi dan pendidik ini.

                        “Festival Band Akhir Tahun” menyasar ke kalangan band umum, pelajar,  mahasiswa tanpa batasan usia.  Kendatipun even musik ini berskala lokal, festival band yang rencananya bakal diagendakan tiap tahun ini diharapkan peserta menampilkan karya kreatif, terutama dalam hal penguasaan serta peningkatan skill bermusik.

                        Dewan Kesenian Indramayu sejauh ini sudah melakukan publikasi, baik pemasangan baliho di Panti Budaya sebagai markasnya DKI, maupun pamflet, poster hingga promo lewat radio.  “Dan tentu saja lewat medsos, karena sosialisasi lewat media sosial dipandang efektif dan mudah diakses,” tutur seorang panitia Jarna yang mengurus bidang pendanaan.

                        Di sisi lain, Ketua Dewan Kesenian Indramayu (DKI) Sihabudin ‘Lebe’ sangat mengapresiasi gagasan dan kinerja anak buahnya.  Lebe bukan hanya meligitimasi terhadap berbagai rencana kegiatan seni DKI demi kehidupan berkesenian anak muda Indramayu. “Saya siap terjun langsung memotivasi langkah positif tiap komite di tubuh DKI, khususnya Komite Musik yang akan menggelar festival band dalam rangka menyemarakkan tahun baru 2017,” tegas Lebe kepada K2 FM.  (Jeffry)

  Daplung, Jarna, Lebe dan Ramdhan.  (Photo : Dok K2 FM)

Pengunjung K2FM

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger