BERITA TERKINI

Karya Logo Kusbandi Terkait Wangsit Wiralodra

Written By K2-911FM on Sep 27, 2016 | 11:24 AM


INDRAMAYU – K2 FM – Selasa,27/9-2016, 11:24 WIB

                        Panitia Lomba Logo dalam rangka harjad ke-489 Indramayu menetapkan Drs. Kusbandi sebagai pemenang pertama.  Logo buatan Kusbandi menggambarkan kijang dan tanaman.  Tanaman dilatar belakangi kepeduliannya terhadap alam dan lingkungan hidup.

                        Wiraswastawan di bidang kemasan asal Kelurahan Kepandean Indramayu ini menegaskan, Indramayu akan aman dari bencana bila ditanami pepohonan.  “Tanaman itu tambaknya Indramayu. Bila tidak ditanami tumbuhan maka terjadi abrasi.  Ujung-ujungnya wilayah Bumi Wiralodra yang luas ini akan berkurang,” katanya.

                        Ditambahkan oleh Kusbandi, tiap tahun ia tak pernah kekurangan ide terkait langsung wangsit leluhur Indramayu.  “Lagipula berkaitan dengan sungai Cimanuk, bahwa Cimanuk purwa bakal kebedah sehingga ke depan Insya Allah Indramayu akan jadi daerah subur-makmur, dengan catatan harus dipagari pepohonan,” ujar Ketua Komite sekolah SDN Kepandean 1 ini kepada K2 FM.

                        Ia berharap mudah-mudahan Cimanuk purwa akan tepung menjadi satu.  Akan bisa mewadahi dan mengaliri Indramayu ke depan supaya makmur, meliputi bidang pengairan, pertambakkan, pertanian, pesawahan dan sektor-sektor lain.

                        “Nuansa itu sebetulnya berhubungan langsung dengan wangsit Wiralodra. Di tahun ini saya dapatkan beberapa waktu lalu kemudian dituangkan melalui karya dengan satu tujuan agar Indramayu lebih baik,” ungkap Kusbandi.

                        Logo hasil karya pria kelahiran Indramayu 52 tahun silam itu diharapkan janganlah dipandang sebagai karya individualistis semata, melainkan harus diwujudkan melalui karya nyata seluruh warga masyarakat. “Karena pesan pendahulu mengisyaratkan supaya kita menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” katanya. Ia juga berupaya mempopulerkan bahasa Dermayu masa lalu yang disebut rasantra sebagai landasan ‘urip seuyunan lan bebaturan’.

                        Pemenang Lomba Logo selengkapnya, Drs. Kusbandi (wiraswasta) alamat jalan Letjen Suprapto 268 Kelurahan Kepandean, Syamsur Rahman Syarofi, S.Pd.I (guru) bertempat tinggal di Blok Pipisan Kedokanagung Kecamatan Kedokanbunder dan Ermansyah Wijaya (buruh) asal jalan Jen. Sudirman no. 12 kelurahan Lemahmekar Kecamatan/Kabupaten Indramayu.  (Jeffry)

Erwin Si Juara Stand Up Comedy, Komika Indramayu Harus Berani


INDRAMAYU – K2 FM – Selasa,27/9-2016, 12:15 WIB

                        Anak muda Indramayu yang terjun ke dunia stand up comedy sebaiknya harus berani mencoba untuk ikut dalam berbagai kesempatan.  “Dari seringya tampil, lama-lama akan ketemu passion-nya,” kata seorang komika Indramayu Erwin Akbar. Ia baru saja memenangkan Kompetisi Stand Up Comedy se-Kabupaten Indramayu.

                           Lebih jauh kata peraih juara 2 ini, disarankan bagi tingkat pemula untuk belajar dengan cara bergabung dengan komunitas, bagaimana berbagi ilmu dan pengalaman plus berani tampil (open mic) di depan umum.

                        Erwin sebelumnya digadang-gadang bakal jadi pemenang utama pada even yang digelar Dewan Kesenian Indramayu (DKI) tersebut.  “Ya, nggak tahu juga kenapa juara dua.  Mungkin juri punya kriteria penilaian sendiri,” kata Erwin ketika ditanya K2 FM.  Namun ia mengakui bahwa kontestan terberat adalah Fiki dan Tria, pemenang satu dan tiga.

                        “Fiki itu dia punya kelebihan delivery-nya bagus.  Cara penyampaian ke audience dan materinya lumayan baik.  Kalo Tria selain cewek satu-satunya, pelajar yang berani tampil, juga pilihan materinya bagus.  Tinggal gimana kemampuan Tria sedikit diasah lagi,” jelas Erwin tentang pesaingnya.

                        So’al persiapan jelang lomba, Erwin tak terlalu berobsesi dapat juara, yang penting bisa tampil optimal.  Ia mengaku kesibukan buka lapak lampion banyak menyita waktu daripada terfokus ke lomba. 

                                 Kompetisi Stand Up Comedy merupakan salah satu acara pada Pasar Seni Dewan Kesenian Indramayu yang mengusung tema Perayaan Tarling 2016.  Erwin menyarankan kepada panitia agar pelaksanaan ke depan, venue gedung Panti Budaya dibuat semenarik mungkin.  Promo yang berisi segudang kegiatan di sini mesti dibikin suasana yang dapat menarik perhatian orang lewat, misalnya umbul-umbul dan tambahan penerangan (lampu-lampu) sebanyak mungkin.

                        Meski begitu, ia menyampaikan apresiasi melihat fenomena banyaknya partisipasi anak-anak muda terutama pelajar sampai mahasiswa yang ikut lomba stand up comedy. “Ini sebagai ajang pembelajaran bagi para komika lokal untuk menuju ke level lebih tinggi," terangnya.  (Jeffry)

Kang Ato Dan Mimi Dadang Peroleh Anugrah Insan Seni Tarling

Written By K2-911FM on Sep 26, 2016 | 10:28 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Senin,26/9-2016, 22:28 WIB

                        Dua orang seniman tarling dinobatkan oleh Dewan Kesenian Indramayu (DKI) sebagai insan yang mengabdikan sepenuhnya terhadap kesenian tarling dari masa ke masa.  Dalam acara malam penutupan Pasar Seni Dewan Kesenian Indramayu 2016 tadi malam, Anugrah Insan Seni diberikan kepada Sunarto Martaatmaja atas totalitas berkesenian tarling, dan Hj. Dadang Darniah berkat dedikasinya dalam berkesenian tarling.

              Figur kang Ato dan mimi Dadang di usia senjanya, telah menjadi bagian dalam perjalanan sejarah tarling.  Tim penyelia terdiri dari budayawan Supali Kasim, praktisi radio Yogi S. Santoso dan unsur pemerintah/seniman Agustinus S. menetapkan ke-duanya layak menerima penghargaan berdasarkan sejumlah pertimbangan.

                Meski bukan pelopor lahirnya musik tarling, kang Ato dan mimi Dadang dinilai berjasa menghidupkan dan meneruskan tarling kepada generasi penerus.  Karya agung berupa drama tarling Kang Ato Ayame Ilang tetap diingat oleh masyarakat pesisir Indramayu-Cirebon.  Cerita rakyat percintaan klasik ini tak pernah tergerus jaman.

                           Sunarto Martaatmaja atau kang Ato mengingatkan, musik tarling pertama dipopulerkan oleh Talam, warga Kepandean Indramayu pada 1931.  Kemudian dikembangkan oleh Sugra anaknya, dan meluas hingga Cirebon.  "Saya mulai tertarik mendalami tarling selepas lulus Sekolah Teknik Negeri (STN) Cirebon tahun 1965,"katanya.  Media elektronik satu-satunya yang berjasa mengangkat nama kang Ato sebagai dalang tarling adalah RRI Cirebon.

                   Berbeda dengan kang Ato, Hj. Dadang Darniah atau mimi Dadang mengaku hanya sempat mengenyam pendidikan kelas 2 Sekolah Rakyat (SR).  Dalam lamunannya, ia berkeinginan menjadi seorang pesinden setelah sering menyaksikan sandiwara.  Terlebih, pesinden kerap mendapat saweran dari penonton. Tahun 1967, mimi Dadang bertemu kang Ato untuk meneruskan karir bersama.

                      “Beda dengan pesinden sekarang, setelah nyinden langsung dapat uang.  Dulu tidak begitu,” kenangnya mengingat masa itu.  Sementara kang Ato berpesan kepada seniman tarling agar memprioritaskan karyanya dulu sebelum berpikir materi.  (Jeffry) 

Festival Cimanuk Dimeriahkan Lomba Marching Band SMA


INDRAMAYU – K2 FM – Senin,26/9-2016, 11:50 WIB

                        12 sekolah SMA/SMK se-Indramayu mengikuti Lomba Marching Band dalam memeriahkan Festival Cimanuk 2016.  Sekolah-sekolah itu merupakan hasil seleksi yang dilaksanakan di tiap guligas/sektor pendidikan di Kecamatan-kecamatan.

                        Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah melepas peserta pertama, marching band SMKN 1 Lelea di depan gedung Juang, Senin (26/9).  Meski waktunya molor dari yang dijadwalkan, seluruh peserta akhirnya dapat tampil setelah Bupati hadir di tempat lomba.

                        Bupati mengharapkan kepada panitia Festival Cimanuk agar pelaksanaan ke depan lebih meriah.  “Untuk peserta diharapkan pula mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.  Jaga sportivitas yang tinggi dan tetap dalam kebersamaan,” ujar Anna.  

                        Lomba Marching Band tingkat SMA/SMK/MA melewati rute, start depan Gedung Juang – S. Parman – RA. Kartini – Sudirman dan finish depan gedung DPRD Indramayu.  Panitia sebelumnya memberikan waktu selama 5 menit kepada peserta untuk melakukan display.  Kesempatan ini dimanfaatkan untuk atraksi, variasi, kombinasi dan konfigurasi barisan sambil memainkan instrument musik.

                  Dari 12 peserta, tercatat 11 peserta yang ikut pada kegiatan lomba tersebut.  Nama-nama sekolah itu di antaranya : SMKN 1 Lelea, SMKN 2 Indramayu, SMKN 1 Losarang, SMAN 1 Sindang, SMKN 1 Cikedung, SMK PGRI 1 Jatibarang, SMKN 1 Indramayu, SMK al Huda Anjatan, SMAN 1 Krangkeng, SMAN 1 Jatibarang dan SMKN 1 Balongan.  (Jeffry)     

Pengunjung K2FM

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger