BERITA TERKINI

KPRI Wirapraja Siap Bagi Bingkisan Lebaran

Written By K2-911FM on 13 Jun 2016 | 15.16


INDRAMAYU - K2 FM - Senin,13/6-2016, 15:16 WIB

                        Ratusan PNS yang tercatat sebagai anggota KPRI "Wirapraja" Indramayu akan menerima bingkisan lebaran pekan depan.  Anggota koperasi juga menerima simpanan lebaran di hari yang sama.  Besaran simpanan lebaran variatif tergantung seberapa besar anggota menyetor per-bulan. 
   
                        "Koperasi akan membayarkan simpanan lebaran pada hari Senin (20 Juni 2016) melalui bendaharawan kantor masing-masing," kata pengurus KPRI "Wirapraja" Indramayu M. Idris.  Pada hari itu juga, anggota atau PNS dapat menghubungi bendahara, meski sebagian dapat mengambil perorangan di kantor koperasi.

                         Kepada K2 FM Idris sangat mengapresiasi kinerja bendaharawan kantor yang menyetor tepat waktu. Selama ini bendaharawan kantor diberi kuasa memotong langsung gaji PNS yang mempunyai pinjaman di KPRI “Wirapraja” Indramayu.

                        "Khusus untuk simpanan lebaran, ada beberapa bendaharawan kantor termasuk Perhubungan (Dishubkominfo-red) bulan ini telat menyetor sehingga koperasi tidak membayarkan setahun penuh," jelas Idris.  Ditambahkan, pada bulan Juni ini seharusnya disetor paling lambat tanggal 10.  Jika di atas tanggal 10 maka simpanan lebaran terhitung hanya 11 bulan.

                          Tahun ini KPRI "Wirapraja" kembali memberikan bingkisan kain batik dan uang Rp. 50 ribu per anggota.  Sekarang ini lanjut Idris pihaknya masih me-rekap data serta nilai nominal yang harus didistribusikan ke seluruh anggota, PNS dari mulai tingkat kelurahan hingga pejabat.  "Tahun ini kita siapkan Rp. 1,3 M untuk sekitar 880 anggota koperasi," pungkasnya.  (Jeffry)

Ahmad Raih Juara Pertama ‘Dangdut BEST Festival’

Written By K2-911FM on 30 Mei 2016 | 23.37


INDRAMAYU – K2 FM – Senin,30/5-2016, 23:37 WIB

                        Grand final ‘Dangdut BEST Festival 2016’ menetapkan peserta asal Cirebon, Ahmad sebagai juara pertama.  Finalis nomor peserta 17 ini berhasil memukau juri setelah membawakan dua buah lagu dangdut.  Ahmad berhak meraih trofi, piagam dan uang pembinaan atas prestasinya mengungguli 18 finalis lainnya.

                        Keluar sebagai pemenang ke-dua, Dwie Astuti (Indramayu), juara ke-tiga Dalifah (Indramayu) dan juara harapan Iwan Kurniawan (Kuningan).  Sepanjang acara berlangsung, pelaksanaan Grand Final ditandai hujan lebat.  Kondisi cuaca yang kurang baik, tidak menjadi kendala karena panggung didesain sedemikian rupa di dalam lokasi Rumah Makan Cimanuk jalan By Pass Widasari Kabupaten Indramayu pada Minggu (29/5).

                        Ahmad tidak hanya menggondol sejumlah hadiah dari BEST Karaoke dan Dewan Kesenian Indramayu (DKI) sebagai penyelenggara.  Salah seorang juri memberikan penghargaan spesial kepada juara pertama.  “Saya akan buatkan single/album, dari mulai recording hingga pembuatan video klip,” kata Syayidin SR, juri dan pemilik Studio Griya 26 Indramayu.

                        Dewan Juri ‘Dangdut BEST Festival 2016’ sepakat memilih Ahmad sebagai pemenang pertama karena berdasarkan vocal, performance dan interpretasi, Ahmad memenuhi tiga kriteria penilaian juri.  “Ketika seorang penyanyi di atas panggung, maka apapun alasannya harus paket lengkap, artinya harus mencakup segala hal, stage act, blocking panggung, penjiwaan, ekspresi semua menjadi satu sehingga menjadi sebuah akumulasi untuk menjadi entertainer sejati,” lanjut Syayidin.

                        Juri lain berkomentar, bagaimanapun dalam lomba-lomba karaoke selalu memiliki kelebihan dan kekurangan, terutama untuk peserta. Peserta dituntut benar-benar selektif dalam memilih lagu karena kapasitas lagu karaoke secara umum, tak bisa dinaikkan atau diturunkan nada dasarnya.  Lagu karaoke dibuat sesuai dengan nada dasar penyanyi asli.

                        Namun pada ajang ‘Dangdut BEST Festival 2016, dari segi keterwakilan telah memenuhi beberapa unsur.  Peserta datang dari wilayah III Cirebon yang mewakili daerahnya masing-masing, diikuti kalangan pelajar, penyanyi dangdut hingga ibu rumah tangga.  Lagu yang dipilih pesertapun beragam, mulai dangdut daerah sampai nasional, dari lagu sendu bertempo lambat, koplo hingga rock dangdut.

                        Ahmad pada even itu membawakan lagu milik Rhoma Irama, Anak Yang Malang dan penampilan klimaksnya diakhiri dengan nomor dangdut enerjik kepunyaan Abiem Ngesti, Dahsyat.  (Jeffry)

 Aksi Ahmad, pemenang pertama 'Dangdut BEST Festival 2016'.  (Photo : Jeffry/K2 FM)

“Baksos SIL”, Anak Reggae Santuni Yatim Piatu dan Duafa

Written By K2-911FM on 26 Mei 2016 | 11.01



INDRAMAYU – K2 FM – Kamis,26/5-2016, 11:01 WIB

                        Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan 1437 H,  komunitas Vespa dan reggae yang tergabung dalam Scooteris Independent Losarang (SIL) akan memberikan santunan bagi anak yatim-piatu dan kaum dhuafa.  Lewat acara “Baksos SIL”, komunitas skuteris ingin berbagi rasa dengan kalangan anak-anak tanpa orang tua dan orang tua jompo.

                            Kepedulian SIL dalam masalah sosial dan keagamaan, menepis anggapan banyak orang bahwa skuteris dan anak-anak reggae khususnya wilayah Indramayu barat tidak selalu identik dengan hura-hura dan perilaku negatif.

Acara "Baksos SIL" digelar di lapangan Bina Muda Karanganyar, Desa Santing Kecamatan Losarang pada hari Sabtu dan Minggu (28 dan 29 Mei 2016), dimeriahkan oleh pentas band-band reggae lokal (Indramayu barat dan Indramayu kota).  "Tiket untuk penonton dikenakan harga Rp. 10.000, hasilnya akan disumbangkan kepada anak yatim piatu dan orang tua jompo," kata penanggung-jawab panitia, Sojat.

Lebih lanjut kata Sojat, kegiatan bakti sosial ini baru pertama kali dilaksanakan Scooteris Independent Losarang.  Persiapan telah memasuki tahap akhir menuju hari H.  "Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan aparatur desa dan kecamatan sehingga niat baik ini bisa terlaksana," ucap Sojat, pemilik rambut dreadlocks yang ia pelihara selama 5 tahun ini.

                           "Baksos SIL" akan didahului live performance 10 band reggae wilayah Inbar pada Sabtu (28/5), mulai pukul 19.00 malam.  Kemudian berlanjut pada keesokan harinya, Minggu (29/5) mulai jam 08.00 pagi sampai sore, diselingi acara pemberian santunan pada jam 12.00 siangPada acara itu juga diadakan pengobatan kesehatan gratis.

Menurut Sojat, tiket bisa dibeli di lokasi acara seharga Rp. 10.000.  Harga itu terbilang murah untuk sekelas even reggae dengan tampilan puluhan band ternama.  Dan meski nilainya tak seberapa, penonton telah ikut membantu meringankan beban hidup anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

                         Inilah sederet band reggae yang tampil : Comreter, Kijang Jamaica, Run Runaway, Batas Kota, Viola Bradarasta, D'scaent_Rasta, Tim Sakit Indramayu Barat, Manis Jamaica, Comrece, The Grembol, Brader Ska, Colonial Hight Ska, Bernekel Boy, Conter Rasta dan lain-lain.  Diperkirakan ajang kali ini dibanjiri ribuan rastaman dari pelosok daerah.  "Band yang paling banyak massa-nya, biasanya Tim Sakit dan The Grembol dari Wanguk Anjatan.  Tapi semuanya punya massa sih," ujar Sojat kepada K2 FM, (23/5).

Scooteris Independent Losarang (SIL) adalah persatuan sesama penggemar skuter dan music reggae yang dibentuk 2 tahun lalu.  Selain turing, hadir pada tiap even reggae, mereka juga mengisi kegiatan seperti bersih-bersih sampah serta kegiatan positif lainnya.  (Jeffry)    

‘Old Soul’, Band Siswa SMPN 4 Sindang Beraliran Metalcore

Written By K2-911FM on 24 Mei 2016 | 15.33


INDRAMAYU – K2 FM – Selasa,24/5-2016, 15:33 WIB

                          Sepintas mendengar kata ‘old’ pasti terbayang sesosok orang tua, renta dengan segala keterbatasan.  Tidak demikian bagi ‘Old Soul’, band sekolah SMPN 4 Sindang yang tampil pada acara pensi, Selasa (24/5) di aula Nyi Endang Darma Ayu Universitas Wiralodra Indramayu.  Dilihat dari usia jelas masih belia, tapi untuk urusan musik jangan ditanya. Semangat dan keberanian mereka melebihi kemampuan anak sebaya.  

                        Band berpersonil rata-rata kelas IX ini terdiri dari Iqbal (vocal), Josi (drum), Dedi (Bass), Dimas (gitar 1/keyboard) dan Kevin (gitar 2).  Tak tanggung-tanggung, berlima mereka sepakat mengusung genre metalcore.  ‘Old Soul’ membawakan lagu Khayalan Tingkat Tinggi (Dead With Falera) dan Berbeda Adalah Pilihan (Captain Jack).

                        Dua lagu yang dapat dibilang kurang akrab di telinga anak-anak SMP itu berhasil ditampilkan dengan apik.  Suara distorsi gitar Dimas menunjukkan seperti ia telah menguasai betul bagaimana menggunakan effect.  Sementara vokalis Iqbal dengan raungan growl dipadu lengking screamingnya hampir mendekati sempurna.  Duduk di belakang drum set, bagaimana tangan mungil Josi memukul snare, tom tom dan cymbal penuh power, ditambah pijakan double pedal bass drum yang cukup bertenaga.

                        ‘Old Soul’ memang belum banyak menimba pengalaman.  Even terakhir adalah ikut audisi di ajang pensi SMAN 1 Indramayu beberapa waktu lalu.  Meski begitu, sang front man Iqbal ingin agar band terus berjalan meskipun personilnya telah lulus sekolah.

                        ‘Old Soul’ adalah band penampil satu-satunya membawakan genre metalcore, karena band sebelum dan sesudahnya hanya beraliran pop dan paling banter rock alternative.  Sebuah pilihan yang cukup berani bagi anak-anak ‘Old Soul’ di usia yang belum matang bermusik.

                        Kepada K2 FM, guru Seni-Budaya SMPN 4 Sindang Afriliyane Herlinda Oley sangat mendukung kreativitas siswanya.  Terlebih pada ajang pensi sekolah, seluruh kemampuan berkesenian murid harus diangkat.  “Kami tidak melihat genre musik apapun sebagai sesuatu yang harus dilarang, karena itu merupakan kreativitas posistif, asalkan tidak menimbulkan keributan saja,” jelas Ane, panggilan akrab Afriliyane yang hampir 5 tahun mengajar di ‘Nepasi’ ini.  (Jeffry)

Pengunjung K2FM

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger