BERITA TERKINI

15 Artis Pantura Gebrak Panggung Ultah K2 FM

Written By K2-911FM on 28 Apr 2015 | 12.15


INDRAMAYU – K2 FM – Selasa,28/4-2015, 12:15 WIB

K2 FM tak tanggung-tanggung menampilkan hiburan bersama 15 artis pantura Nunung Alvi, Dewi Kirana, Dedi Yohana, Eka Marcella, Dian Anic, Dede S, Esta Joss, Anggi WM, Yuliana ZN, Cus Amanda, Tery Angel, Tini Yosepha, Yani Ridho, Yoshica Komara dan Rudi Setro.  Artis tarling modern menggebrak panggung peringatan 47 Tahun Radio Kijang Kencana dengan lagu-lagu hits, Senin (27/4).

Jika tak heboh maka bukan K2 FM namanya.  Peringatan hampir setengah abad yang digelar di halaman studio ditonton fans setia se-Ciayumajakuning. Memasuki acara hiburan, penampil pertama Anggi WM mulai menggoyang penonton.  Ia mengenalkan lagu baru Wak Waw dengan vokal khas lagu jawa Dermayonan.

Sebagian besar penyanyi memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan rilisan lagu anyar.  Selain Anggi, si ‘Edan Anyaran’ Dedi Yohana membawakan tembang Demen Tangga.  Seraya tampil di atas stage, Dedi berucap terima-kasih untuk K2 FM, bahwa tanpa K2 FM ia tak ada apa-apanya.

Namun sayang keinginan artis agar lagu barunya dikenal, kurang direspon penonton.  Sebagian meminta dinyanyikan lagu yang sudah mereka hapal.  Bahkan seorang Eka Marcella yang tengah getol mempublikasikan lagu baru, terpaksa mengalah dan mesti menyanyikan hits lawas Dagang Kangkung.  Demikian pula Esta Joss yang punya Ditinggal Kawin, Cus Amanda lewat Jaka Pemikat atau Dian Anic yang sudah mulai menanjak di lagu Njaluk Imbuh.

Cara paling ampuh so’al lagu baru memang harus dilakukan saat pentas di depan penonton.  Biasanya di samping basa-basi berbau iklan, artis membagikan kaset CD gratis.  Lihat saja Tery Angel ketika menyapa hadirin.  Ia jualan kaset di belakang panggung lantaran kesuksesan lagu Tambah Jero mulai pudar.

Lain halnya dengan Yuliana ZN yang juga ikut menyemarakkan ultah K2 FM.  Artis 27 tahun yang pernah talk show pada Selasa (17/3) lalu tambah eksis dengan lagu Mbledos.  Pun demikian Dede S yang siang itu membawakan 2 lagu, Edan Watu dan Batman.  Tampil dengan busana casual seperti remaja belasan tahun, ia pun tak mau melepas kaca mata hitamnya.

                        Aja bosen-bosen ngundang wong Crebon,” pesan Nunung Alvi kepada bos K2 FM Ciptadi, SH yang kurang lebih artinya jangan sungkan mengundang penyanyi Cirebon.  Ucapan Nunung seakan ingin melebur ‘dosa’ lama, dan mengaku bahwa peran radio itu sangat vital.  (Jeffry)

     Selusin lebih artis pantura hadir, setengahnya belum datang.  (Photo : Dodo/Dok K2 FM)

Sekda : K2 FM Harus Inovatif



INDRAMAYU – K2 FM – Selasa,28/4-2015, 01:28 WIB

                        Hampir semua media elektronik yang dimiliki Pemerintah tampaknya seperti pepatah : hidup segan matipun tak mau.  Tak sebatas radio, televisi pun sama.  “Maka jangan heran pemerintah secara nasional memberlakukan Lembaga Penyiaran Publik, dikelola seperti badan usaha,” kata Sekretaris Daerah Indramayu H. Ahmad Bahtiar, S.H saat memberikan sambutan pada peringatan 47 Tahun Radio Kijang Kencana FM, Senin (27/4).

                        Radio K2 FM dihadapkan pada sebuah tantangan agar membuat lompatan-lompatan yang bersifat inovatif.  Seluruh jajaran radio dari pimpinan hingga crew harus punya jiwa entrepreneur.  Sekda menginginkan jika program acara dikemas secara profesional maka akan bermanfaat besar bagi aspek sosial kemasyarakatan.

                        Dalam program pendidikan misalnya ada siaran pelajaran bahasa Inggris  “Anak-anak tak perlu ke luar rumah untuk kursus bahasa Inggris, cukup mendengarkan K2 FM,” katanya.

                        Sekda Ahmad Bahtiar hadir mewakili Bupati Indramayu, memberikan sambutan pada perayaan K2 91,1 FM, radio yang dulu bernama Sturada atau RSPD Indramayu ini. Didampingi Kepala UPT-RSPD Kijang Kencana FM Ciptadi, S.H, Bahtiar memotong tumpeng pertanda puji syukur bahwa perjalanan radio tanpa lelah telah melewati sejarah cukup panjang di dunia ‘broadcasting’ radio.

                        “Saya pesan kepada segenap radio ini janganlah terjebak pada rutinitas.  Coba kembangkan hal-hal penting menjadi sesuatu yang spektakuler, sehingga menjadi sesuatu yang dibutuhkan dan dinantikan masyarakat,” ujar Bahtiar.

                        Selepas pemotongan tumpeng, peringatan yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Indramayu Drs. H. Zakaria Joko Hartawan, M.Si, para Kepala OPD, BUMN, BUMD, komunitas, fans, pers dan undangan, diperkenankan menyimak tayangan Kilas Balik Sejarah K2 FM diproduseri Jeffry dengan penata musik Mukhsin. Kegiatan disiarkan secara langsung ke pendengar. 

                        Di seksi acara, bung Imron Jagat mengkoordinir 4 penyiar muda K2 FM didaulat menjadi pembawa acara : Gustie Azis, Nuniek, Nana dan Ory.  (Jeffry)

  Beginilah sebagian dari 15 artis pantura tunggu giliran pentas.  (Photo : Jeffry)

Malam Ini 'Live' Wayang Purwa




Sekarang :
Gelar Wayang
WAYANG PURWA
“LANGEN KUSUMA PUTRA”
DARI LOHBENER INDRAMAYU
Dalang : H. Anom Rusmanto
Pesinden : Mimi Rasih
Lakon :
“ ANAKKE TOGOG GUGAT WARISAN “
Senin, 27 April 2015
47 TAHUN RADIO K2 FM

KILAS BALIK SEJARAH K2 FM INDRAMAYU

Written By K2-911FM on 22 Apr 2015 | 14.48


INDRAMAYU – K2 FM – Rabu,22/4-2015, 14:48 WIB

                        K2 FM hari ini tepat memperingati hari ulang tahunnya yang 47.  Tidak banyak yang mengetahui sejarah dari awal berdiri hingga sekarang. K2 FM tetap menyelenggarakan siaran kepada pendengar setelah mengalami beberapa kali pergantian nama dan pimpinan.

Pada awal berdiri, tanggal 22 April 1968 menggunakan nama Studio Radio Daerah (STURADA) Indramayu.  Media radio milik pemerintah daerah ini, semula didirikan sebagai radio RRI Persiapan Indramayu yang bertugas menyebar-luaskan informasi pembangunan dan hiburan, melalui gelombang pendek (Short Wave/SW) 119,71 meter.
  
Meskipun dengan peralatan siaran sederhana, studio yang waktu itu masih berada di sisi gedung Pendopo Indramayu, telah melaksanakan program siaran langsung.  Salah satunya adalah siaran langsung  Orkes Keroncong “Empat Sekawan”.
   
Dalam perjalanannya, Sturada yang waktu itu dikepalai oleh Harun Al Rosyid, pindah lokasi ke jalan Yos Sudarso, menempati gedung BKOW atau Badan Kerjasama Organisasi Wanita.  BKOW adalah organisasi wanita, merupakan kepanjangan tangan KOWANI di daerah.  Gedung itu kini ditempati Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu.

Program acara pun semakin variatif.  Siaran langsung bukan hanya menampilkan orkes keroncong, namun memproduksi sandiwara radio, apresiasi sastra - budaya, baca puisi dan drama.  Sedangkan partisipasi masyarakat waktu itu menggunakan kiriman surat pendengar.  Selanjutnya, surat diganti dengan Kartu Pilihan Pendengar yang disediakan oleh Sturada dalam melayani permintaan lagu.

Di tempat ini pula, radio yang semula bekerja pada gelombang 119,71 meter SW 1, berpindah ke 207,61 meter/frekuensi Amplitudo Modulatian/AM 1445 KHz.  Dan sejak tanggal 29 Oktober 1986, Gubernur Jawa Barat waktu itu, Yogie S. Memet meresmikan gedung baru Sturada di Kompleks BTN Lama Indramayu hingga sekarang.  Kartu Pilihan Pendengar atau ‘pilpen’ masih berlaku, namun pendengar lebih simpel menamakannya ‘atensi’.
  
Atas kecintaannya terhadap Sturada, beberapa pihak menyumbangkan piringan hitam (long play) serta kaset pita berisi lagu-lagu berbagai aliran musik. Sturada mendapat kiriman terbanyak dari bapak H.A. Dasuki (mantan Bupati Indramayu) dan Ndang Rozukni, fans dari Blok Bolon Desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya Indramayu. 
 
Dua orang ini dinilai berjasa dalam melengkapi koleksi lagu-lagu, selain mendapatkan kiriman langsung dari label rekaman Lokananta, Republic Manufacturing Co.Ltd (Remaco), Musica Studio’s, Melody Record, Yukawi, Dick Tamimi (Dimita Records), Judi Kristianto Records (JK Records), Irama Tara, Aquarius, Log Zhelebour, Polydor (Inggris), KAPP Inc Amerika dan lain-lain.

Sturada kini memiliki gedung sendiri dengan luas 900 meter persegi dan kembali berganti nama pada tahun 1993 menjadi Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD), frekuensi Frequency Modulation/FM 97,8 MHz.  Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Barat Nomor 482/2427/BPSFR/2003 tanggal 15 Mei 2003 resmi mengudara pada frekuensi 91,1 FM dengan nama KIJANG KENCANA.

Inilah nama-nama kepala radio sejak pertama sampai sekarang :

1.    Kepala Sturada : Talim, BA. (1968-1972)
2.    Kepala Sturada : Harun Al Rosyid (1972-1993)
3.    Kasubag Sturada : Hidayat, S.H. (1994-1995)
4.    Kasubag Sturada : H. Suradi (1995-2000)
5.    Kasi Pemberdayaan Media Massa : P. Pujiono, S.H, M.H. (2000-2003)
6.    Kepala RSPD : Hendro Sugendro, S.IP. (2003-2009)
7.    Kepala UPTD-RSPD : H. Dedy Suprayogi, S.Sos, M.Si. (2009-2012)
8.    Kepala UPT-RSPD : Ciptadi, S.H. (2012-sekarang)

Puncak peringatan 47 Tahun K2 FM akan diselenggarakan pada hari Senin (27/4) di halaman studio,, menampilkan artis pantura Yuliana ZN, Dede S, Dian Anic, Nunung Alvi, Sri Avista, Dedi Yohana, Anggi WM, Eka Marcella, Cus Amanda, Rudi Setro, Esta Joss, Dewi Kirana dan Yani Ridho.  Dilanjutkan malam hari bersama Wayang Purwa “Langen Kusuma Putra” dalang H. Anom Rusmanto dari Lohbener Indramayu.  

                Kabar terakhir, DPRD Indramayu telah mengesahkan Perda tentang Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Kijang Kencana FM Indramayu sesuai amanat Undang Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Publik.  Perda itu ditetapkan pada Rapat Paripurna DPRD Indramayu, Senin 20 April 2015.  "Setelah ini silakan diusulkan Perda LPPL Televisi Kijang Kencana Indramayu seperti halnya Kuningan," kata Kasubdit Layanan Khusus Penyiaran pada Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Dadang Irawanto di depan anggota Pansus II DPRD saat kunjungan kerja ke Jakarta seminggu lalu.  (Jeffry)

 Sturada Indramayu dikunjungi Sturada Karawang, 3 Juni 1991.  (Dok K2 FM)

Pengunjung K2FM

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger