BERITA TERKINI

Pelepasan KKN Unwir : Kelompok 9 Ditempatkan Di Desa Juntiweden

Written By K2-911FM on Jul 17, 2017 | 3:23 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Senin,17/7-2017, 15:24 WIB

                        Sebanyak 630 mahasiswa Universitas Wiralodra Indramayu melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari tanggal 13 Juli sampai 23 Agustus 2017.  Dari 30 Kelompok KKN, salah satu kelompok melaksanakan praktek di Desa Juntiweden Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu.

                        “Kelompok kami terdiri dari 21 mahasiswa Unwir dari seluruh fakultas yang siap mengabdikan diri untuk masyarakat Desa Juntiweden,” terang Ketua Kelompok 09 Sujadi.  Sasaran Program KKN yang dilaksanakan Kelompok 09 menitik-beratkan pada sektor pendidikan, kesehatan, agama dan sosial kemasyarakatan.

                        Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa tingkat pendidikan di wilayah Desa Juntiweden relatif rendah.  Data tahun 2014, jumlah anak yang tidak/belum sekolah berjumlah 200 orang.  Tahun berikutnya 2015 meningkat 250 orang, dan pada tahun 2016, penduduk desa yang tidak/belum sekolah berjumlah 236 orang.

                        Kelompok 09 membidik sektor pendidikan melalui program kerja pelatihan karya tulis ilmiah dan sastra serta private MIPA. Kegiatan lain berupa Posko Damansih (Indah, Nyaman, Bersih), menciptakan Liberasi (Lingkungan Bersih Bebas Polusi), senam sehat, cek kesehatan gratis, pelatihan leadership, design grafis dan kegiatan lain. 

                        Merujuk pada ketentuan yang ditetapkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Wiralodra Indramayu yaitu memberdayakan potensi lokal, Kelompok 09 mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Juntiweden Yang Unggul Dan Berkualitas Dalam Edukasi Pendidikan, Perekonomian, Kesehatan, Serta Lingkungan Dan Sosial Untuk Indonesia.

                        Ketua Panitia KKN Universitas Wiralodra Indramayu Tahun Akademik 2016/2017 Ir. Ace Setiadhi Kusumah menyebutkan, peserta KKN berjumlah 630 mahasiswa yang dibagi menjadi 30 kelompok, ditempatkan di desa-desa di Kecamatan Sliyeg, Karangampel, Juntinyuat dan Sindang selama 40 hari.

                        “Pelaksanaan KKN tahun ini dilaksanakan di wilayah Indramayu timur karena tahun sebelumnya dilaksanakan di wilayah Indramayu barat di antaranya Kecamatan Gabuswetan dan Kroya,” kata Ace saat diwawancara Aris Dodi, S.Hum pada program ‘CAKEP On Air’ K2 FM, Minggu (9/7).

                        Peserta KKN Unwir dilepas oleh Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si didampingi Rektor Unwir Dr. Ujang Suratno, S.H., M.Si di Aula Nyi Endang Dharma Ayu, Kamis (13/7). (Jeffry)


Kelompok 09 usai dialog on air di K2 FM.  (Photo : Dok Kel 09)




KAPMI DIY Persembahkan Kesenian Rakyat

Written By K2-911FM on Jul 15, 2017 | 9:32 AM


INDRAMAYU – K2 FM – Sabtu, 15/7-2017, 09.31 WIB

                        Dalam rangka pelestarian seni-budaya Indramayu, LSO Sanggar Seni Kerikil dan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Indramayu (KAPMI) D. I. Yogyakarta mempersembahkan “Gelar Kesenian Rakyat (GKR)”.  Even dipusatkan di Balai Desa Tugu Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu pada 11 – 13 Agustus 2017.

                        GKR yang ke-7 kalinya pada tahun ini diharapkan dapat menumbuh-kembangkan rasa bangga pelajar dan mahasiswa terhadap keaslian seni-budaya daerah.  “Berangkat dari rasa kecintaan kami akan tempat kelahiran (Indramayu), kami membuat persembahan untuk daerah melalui Gelar Kesenian Rakyat,” ujar Sie Humas Febri Hari Natoro.

                        Selain menampilkan beragam jenis kesenian tradisional seperti sintren, berokan, sampyong, tari randu kentir, tari topeng, genjring akrobat, tari rudat dan tarling, GKR ke-7 yang mengusung tema Lestari Budayaku di Bumi Wiralodra menampilkan sesuatu yang berbeda.  Guna menyemarakkan acara, digelar pula Lomba Drum Band tingkat SMP/MTs se-Indramayu, Festival Band untuk umum, bazaar kuliner, donor darah dan jalan santai.

                        “Sejauh ini rencana pelaksanaan GKR ke-7 mendapat respon positif dari Pemkab, terutama Bupati, Disbudpar, Dispora, Disdik, serta partisipasi seluruh alumnus IKAPMI Yogyakarta,” kata Febri kepada K2 FM, Kamis (13/7).

                        Ia juga mengapresiasi atas dukungan pemdes Tugu dan pemcam Sliyeg yang akan menjadi tempat sentra kegiatan GKR ke-7 tahun 2017.  Febri optimis, persiapan hingga pelaksanaan GKR ke-7 berjalan lancar karena keterlibatan berbagai pihak yang berkompeten.  Ditambahkannya, even ini telah menjadi agenda kegiatan tahunan KAPMI D. I. Yogyakarta dan sesuai dengan program, visi/misi LSO Sanggar Seni Kerikil.


                        Publikasi kegiatan sudah dilakukan, termasuk bekerja-sama dengan radio Kijang Kencana. “Publikasi dengan radio milik Pemkab ini berupa ad lips, talk show dan reportase,” pungkas Febri. (Jeffry)   

Pemilihan Duta Remaja GenRe 2017 Loloskan 20 Finalis

Written By K2-911FM on Apr 29, 2017 | 1:50 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Sabtu,29/4-2017, 13:50 WIB

                        Setelah melewati tahap seleksi pada 24 April 2017 lalu, Pemilihan Duta Remaja GenRe Indramayu 2017 meloloskan 20 finalis.  Mereka berasal dari pelajar sejumlah SMA/se-derajat se Kabupaten Indramayu.

                        Pada babak seleksi lalu, dinilai oleh juri-juri berkompeten, masing-masing Riva Rachmi Utami, Uswatun, Kristianti (KPA), Hendro, Andrian Permana dan Chandra Pangeran (DKI), berlangsung di aula Nyi Endang Dharma Ayu Unwir Indramayu. 

                        Ke-20 finalis tersebut yaitu puteri : Eka Setiani (SMAN 1 Tukdana), Sintia Ade Safitriani (SMKN 1 Losarang), Uswatun Layina M. (SMKN 1 Indramayu), Eka Nuridah (SMK Sayid Sabiq), Dewi Amane Maulida (SMKN 1 Indramayu), Putri Ayu Ramadhani (SMKN 1 Indramayu), Salsa Alfi Syahrin (SMAN 1 Anjatan), Nurul Ameliah (SMKN 1 Indramayu), Adhista Putri S. (SMAN 1 Sindang) dan Elis N. (SMAN 1 Sindang). 

                        Sedangkan putra : Hasyim Aldi Kalla (SMAN 1 Sindang), Carwani (SMKN 1 Indramayu), Bayu Saputra (SMAN 2 Indramayu), Fiqih Abdul Jafar (SMAN 1 Sindang), Fatkhu Rakhman (SMAN 2 Indramayu), Suwenda (SMKN 1 Indramayu), Bagus Sutarjo (SMAN 1 Anjatan), Andika Rayhan P. (SMAN 1 Indramayu), Jefri Jaya (SMKN 1 Losarang) dan Nanda Raharjo (SMAN 1 Indramayu).

                        Babak Grand Final Pemilihan Duta Remaja GenRe Indramayu 2017 akan berlangsung malam ini, Sabtu 29 April 2017 di aula Nyi Endang Dharma Ayu Indramayu memperebutkan trofi, piagam penghargaan, uang pembinaan ditambah Buklet 8 Substansi GenRe, souvenir dan selempang pemenang.

                        Acara ini diselenggarakan oleh UKM PIKMA Wiralodra, salah satu unit kegiatan mahasiswa Universitas Wiralodra Indramayu yang mengusung tema Remaja Sehat Untuk Sinergi yang Lebih Baik.  (Jeffry)

 Hamzah & Atika, Duta Remaja GenRe Indramayu 2016.  (Dok. K2 FM)

Dialektika Menatap Masa Depan Sastra Indramayu

Written By K2-911FM on Apr 28, 2017 | 11:32 AM


INDRAMAYU – K2 FM – Jum’at,28/7-2017, 11:31 WIB

                        Sejumlah penggiat sastra akan berdiskusi dalam sebuah forum bertajuk Menatap Masa Depan Sastra Indramayu.  Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Masyarakat Sastra Indramayu (Formasi) itu digelar Jum’at 28 April 2017 pukul 19.30 WIB di gedung Panti Budaya Indramayu.

                        Diskusi tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sastra.  “Karena tradisi sastra di Indramayu cukup menggeliat.  Namun persoalannya kenapa tidak muncul secara menggelegar.  Nah mudah-mudahan ini sebagai pemantik dari geliat sastra yang ada di Indramayu,” ujar ketua Formasi Yohanto A. Nugraha.

                        Kepada K2 FM, Yohanto yang karib dipanggil Abuk ini mengemukakan alasan mengapa mengangkat tema Menatap Masa Depan Sastra Indramayu.  Berangkat dari sebuah harapan, ia ingin kegiatan ini akan menjadi formula atau penyemangat di kalangan sastrawan dan penggiat muda sastra untuk bertemu dan berdialog dalam upaya memunculkan gerakan sastra.  “Hal itu akan berujung pada gerakan literasi yang tengah digalakkan Pemkab melalui taman-taman bacaan masyarakat,” tambahnya.

                        Dialog sastra Menatap Masa Depan Sastra Indramayu menghadirkan pembicara yang sudah tidak asing seperti, Supali Kasim, Fuzail Ayad Syahbana, Agung Nugroho dan Sri Sunarti.  Mereka tercatat sebagai penyair, jurnalis, pengamat budaya dan pendidik.

                        Dialog sastra terbuka untuk umum meski sebagian peserta sengaja diundang panitia.  Abuk mengajak semua bertemu dan bersinergi untuk memikirkan bagaimana membangun sastra ke depan lewat sebuah dialektika.  Dalam perspektif Abuk, pembangunan itu penting tapi pembangunan yang terukur adalah pembangunan budaya yang harus kita munculkan.

                        Upaya dalam memunculkan budaya seharusnya dilakukan secara menyeluruh, tidak mengkotak-kotak mana yang perlu dan mana yang tidak.  Ia kembali mengajak semua komponen untuk bersama menunjukkan inilah Indramayu.  Sebagai contoh kegiatan Srikandi Indramayu yang menurutnya sangat bagus.

                        Di waktu yang hampir bersamaan, Abuk cs menggelar Lomba Baca Puisi mengenang Chairil Anwar.  Ajang dilaksanakan besok, Sabtu (29/4) mulai pukul 09.30 WIB sampai selesai.  Peserta diwajibkan membacakan salah satu puisi karya Chairil Anwar dan satu puisi karya penyair Indramayu.  (Jeffry)    

Sugra Dikukuhkan Sebagai Maestro Tarling



INDRAMAYU – K2 FM – Jum'at,28/4-2017, 00:05 WIB

                        Meski sempat menjadi polemik darimana musik tarling berasal, jenis musik tradisi itar-suling khas pantura ini akhirnya diakui lahir dari daerah Kepandean Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Pengakuan muncul dari sejumlah bukti di kalangan seniman yang mengaku pernah belajar pada Sugra, tokoh tarling asal Kepandean.

                         Almarhum Sugra kala itu mendedikasikan diri serta membagi ilmu kepada seniman tarling baik Indramayu maupun Cirebon sehingga tarling tetap hidup dan berkembang hingga sekarang. Pada September 2014, tokoh seni tarling klasik asal Cirebon Sunarto Marta Atmaja bahkan berucap bahwa tarling lahir di Indramayu atas jasa Sugra.  “Sayalah saksi hidupnya.  Sudah dua kali saya bertemu beliau.  Jadi singkat saja tarling itu ciptaan Wa Sugra dari Indramayu,” tegas ‘Kang Ato’. 
Atas jasanya itu, warga Kelurahan Kepandean bersama Pemkab Indramayu mengukuhkan Sugra sebagai sang ‘Maestro Tarling’. Penghargaan diberikan oleh Mulyana Prawira, SH., Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu kepada salah satu keturunan keluarga Sugra bernama Kurnadi (49).  Ia merupakan cucu sang maestro.

Hadir pada acara malam pengukuhan di antaranya H. Syamsudin, S.Pd.I., Lurah Kepandean Kecamatan Indramayu, H. Ahmad Fathoni, anggota Komisi B DPRD Indramayu, Sihabudin, Ketua Dewan Kesenian Indramayu, Ramdhan Adhy Kriestanto, S.Pd, Ketua Panitia, seniman-budayawan dan warga setempat.


                      Lurah Kepandean sangat mengapresiasi terhadap kesadaran warga untuk menjunjung tinggi nilai tradisi daerahnya.  Apalagi dengan adanya pengakuan resmi pemerintah daerah terhadap Sugra, pencetus tarling yang asli pribumi Kepandean. Kelurahan Kepandean yang nota bene berada di lingkungan pusat perkotaan masih dapat melaksanakan kegiatan adat tradisional seperti baritan, do’a bersama kepada para leluhur.  “Semoga tradisi yang diturunkan para pendahulu dapat dilaksanakan secara rutin,” kata Syamsudin.

 Sihabudin mewakili Dewan Kesenian Indramayu (DKI) meminta pihak keluarga Sugra agar bersedia memberikan data atau dokumen apapun tentang Sugra sehingga dapat menjadi rujukan dengan harapan ke depan, desa Kepandean akan menjadi kampung budaya.  “Jika itu terlaksana maka akan membangun pertumbuhan ekonomi kreatif selain karena di daerah inipun dikenal sebagai sentra usaha kerajinan kemasan.  Harapan lebih luas lagi segera dibangun menjadi museum budaya untuk kunjungan dan penelitian terkait seni dan budaya,” terang Sihabudin Lebe. 

       Sementara H. Ahmad Fathoni yang mengaku ‘wong Pande’ tak menyangka jika nama Sugra tercatat sebagai tokoh seniman besar di kemudian hari.  “Saya masih ingat semasa kecil sering menyaksikan acara baritan karena kebetulan bersekolah di madrasah ini.  Namun tak pernah terpikirkan bahwa wa Sugra sekarang dinyatakan sebagai pencetus lahirnya tarling,” ungkapnya.

Berbicara so’al pelestarian tarling, Fathoni menyambut baik rencana warga membuat sebuah sanggar tarling di Kelurahan Kepandean.  Pihaknya tentu akan membantu agar generasi muda lebih mengenal kesenian tarling.

                  Acara pengukuhan Sugra ‘Sang Maestro Tarling’ ditutup dengan pagelaran tarling klasik berupa bodoran oleh wa Gotrok dan kawan-kawan, penampilan hadroh anak-anak DKM Masjid ‘Al-Mujahidin’ serta baritan yang melibatkan ibu-ibu warga Kepandean.  (Jeffry) 

 Jelang acara baritan di kantor Kelurahan Kepandean.  (Photo : Dok K2 FM)

Lady Roos Siap Perjuangkan Royalti Untuk Penyanyi Dangdut Daerah

Written By K2-911FM on Apr 13, 2017 | 12:27 PM

INDRAMAYU – K2 FM – Kamis,13/4-2017, 12:26 WIB

                        Artis penyanyi dangdut nasional asal Indramayu Lady Roos memiliki kepedulian besar terhadap keberadaan penyanyi dangdut/melayu di daerahnya.  Upaya yang tengah ia perjuangkan adalah ingin mensejahterakan mereka melalui pemberian royalti. Royalti diberikan atas penghargaan kepada insan dangdut Indramayu yang diakui memiliki banyak talenta.

                        Bersama para musisi dangdut Indramayu, penyanyi kelahiran 9 September 1975 ini siap membentuk wadah Persatuan Artis Musisi Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) Indramayu.
 
                        “Kalau dulu royalti hanya diberikan untuk aranser dan pencipta lagu saja. Sesuai kebijakan PAMMI pusat, sekarang penyanyi dangdut dapat royalti,” kata pemilik hits Bantal Guling Bisa Bicara ini.

                        Artis dangdut yang kini tinggal bersama keluarganya di Karangampel Indramayu, Lady Roos memahami betul perkembangan musik dangdut daerah.  “Banyak karya musisi tarling dangdut daerah yang lagu-lagunya mencuat sehingga go nasional, contoh Juragan Empang.  Saya pikir  perlu ada PAMMI Indramayu sebagai kepanjangan tangan PAMMI pusat. Wadah ini diharapkan dapat merangkul mereka dan serius menangani soal hak mendapatkan royalti,” tutur artis dangdut era 90’an ini usai pentas di halaman gedung Dewan Kesenian Indramayu (DKI), Rabu (12/4).

                        PAMMI merupakan organisasi musisi dangdut diketuai oleh Rhoma Irama yang telah menjabat selama 5 periode. PAMMI saat ini terus melakukan upaya untuk mensejahterakan anggotanya yakni para penyanyi, pencipta, musisi dan produser rekaman dangdut.  Wadah ini beranggotakan para artis seperti Ikke Nurjanah, Cici Faramida, Endang Kurnia, Imam S. Arifin, Gabby Pareira dan segudang seniman dangdut tanah air.

                        Dikatakan Lady Roos, bahwa formatur kepengurusan PAMMI Indramayu sudah disusun dan siap diresmikan.  “Insya Allah diresmikan tanggal 25 April 2017 dan ketuanya adalah mas Sofyan, sang suami. Mohon dukungannya terutama dari DKI dan radio Kijang Kencana FM,” terang Lady Roos didampingi ketua DKI Sihabudin Lebe.

                        Di sisi lain, Sihabudin mewakili lembaga kesenian DKI sangat mengapresiasi rencana pembentukan PAMMI Indramayu.  “Dengan adanya PAMMI mudah-mudahan bisa melahirkan duta-duta dari Indramayu karena penyanyi-penyanyi daerah sudah dapat diterima di tingkat nasional, artinya kiprah mereka terwakili. Saya nitip pesan juga pada saat peresmian nanti mohon dihadirkan seniman-seniman muda untuk meramaikan acara, entah tari topeng atau jenis lainnya. Hal itu menyikapi banyaknya sanggar-sanggar seni Indramayu yang beranggotakan kalangan anak muda,” harapnya.

                        Bila organisasi ini berjalan, maka DPP PAMMI tidak bingung lagi memberikan kucuran dana ke Indramayu.  Selama ini pusat telah mengalokasikan anggaran lumayan besar, namun diberikan kepada siapa lantaran Indramayu belum dibentuk PAMMI.  Maka lewat ARDI (Anugerah Royalti Dangdut Indonesia) atas nama PAMMI, semoga rencana itu terwujud, tambah Lady Roos.

                         “Organisasi ini dibentuk untuk kepentingan kita semua, insan dangdut. Nilai royalti kita sebetulnya sangat besar.  Di Malaysia saja, nilai royaltinya bisa mencapai 600 miliar per-tahun.  Sementara kita, sepuluh persennya aja ngga sampai.  Padahal industri musik kita lebih besar. Ini menjadi tantangan yang sedang kita perjuangkan demi kesejahteraan insan dangdut di tanah air,” kata Rhoma dikutip Tribunnews.com.  (Jeffry)
Bang Haji Rhoma bareng crew K2 FM.
      
                       

Pengunjung K2FM

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger