BERITA TERKINI

Dewan Kesenian Indramayu Buka Puasa Bersama

Written By K2-911FM on 25 Jul 2014 | 20.35


INDRAMAYU – K2 FM – Jum’at,25/7-2014, 20:34 WIB

                        Dewan Kesenian Indramayu (DKI) mengadakan acara buka puasa bersama di gedung Panti Budaya, Jumat (25/7). Acara dihadiri Ketua DKI Adung Abdulgani, S. Pd, perwakilan Disporabudpar Indramayu Asep Ruchiyat, S.Sn, segenap pengurus, anggota, seniman dan budayawan Kota Mangga.

                        Adung menyampaikan terima-kasih kepada seluruh insan seni yang hadir bersilaturahmi dan menjalin keakraban dalam naungan lembaga seni yang dipimpinnya. Walaupun tanpa dihadiri unsur dan pejabat penting daerah, acara buka puasa berlangsung semarak penuh keakraban.

                        Menurut Adung, selama bulan suci Ramadhan 1435 H ini, aktivitas seni DKI sementara vakum.  Selain menghadapi momen pemilu Presiden 2014, ia mengaku terkena musibah yang berakibat tangan kanannya di-gips.  Kondisi kesehatan yang menimpanya saat ini masih dalam proses penyembuhan kontinyu.

                        Acara buka puasa diawali dengan pentas band akustik yang terdiri dari pemain musik seperti Syayidin, SR, Fadholi, Fredy dan Memphis serta penyanyi wanita Yuyun.  Dua lagu masing-masing berjudul Rindu Rasul dan Jagalah Hati dibawakan oleh kelompok musik dadakan ini dengan baik.

                        Untuk mengantar saat bedug adzan maghrib, ustadz M. Jupri dari Paoman Indramayu menyampaikan ceramah seputar ramadhan.  Sesaat setelah itu seluruh anggota dan undangan menyantap hidangan buka puasa berupa nasi kotak dan minuman ringan.

                        Program kerja DKI selepas lebaran kata Adung, yaitu pelaksanaan program dari Komite Penelitian dan Pengembangan (Litbang Seni) yakni seminar membahas keberadaan seniman lokal Sugra.  Sedangkan Komite Musik akan bekerja sama dengan Paguyuban Musisi dan Pencinta Reggae Indramayu (PMPRI) menggelar workshop, serta dalam dua bulan ke depan diadakan Pasar Seni.  (Jeffry)   

Damri Indramayu-Bandung Sepi Penumpang


INDRAMAYU – K2 FM – Jum’at,25/7-2014, 19:32 WIB

                        Jumlah penumpang bus Damri tujuan Indramayu – Bandung mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.  Pantauan K2 FM di terminal Indramayu, salah satu bus Damri hanya memberangkatkan 11 orang penumpang.  Bus Damri dengan nomor lambung 4528 itu bertolak menuju Bandung pukul 14.00 siang pada Jum’at (25/7).

                        Kondisi sepinya penumpang diakui Koordinator Perum Damri Wilayah Indramayu Ujang Suganda.  “Sejak sepekan terakhir, jumlah penumpang Damri ke arah Bandung rata-rata tak lebih dari 10 orang, menurun dari tahun lalu,” katanya. Ia beralasan, hal itu disebabkan banyak penumpang yang tahun ini menggunakan kendaraan pribadi.

                        “Banyak mahasiswa yang diantar jemput oleh keluarga memakai kendaraan pribadi,” tambah Ujang.  Namun ia menolak beralasan adanya persaingan dengan perusahaan bus lain.  Iapun menampik jika kondisi ini akibat dampak kenaikan tarif angkutan Damri sebesar 20% menjelang lebaran.

                        Perum Damri Cabang Bandung menetapkan tarif angkutan lebaran 2014 yang berlaku dari 22 Juli – 8 Agustus 2014 jurusan Indramayu – Bandung sebesar Rp. 65 ribu untuk bus baru (warna merah), serta Rp. 60 ribu untuk bus lama (warna putih/biru).  Sebelumnya, tarif angkutan Damri pada hari biasa sebesar Rp. 55 ribu. 

                        Armada Damri jurusan Indramayu – Bandung saat ini mengoperasikan 2 bus lama dan 4 bus baru.  Pemberangkatan dua jenis bus ber-AC ini dari terminal Indramayu menuju Terminal Cicaheum Bandung diatur bergantian selama 6 kali, masing-masing pada jam 04.30, 05.30, 07,00, 11.00, 14.00 dan 16.00 WIB. 
 
Sepinya penumpang juga dialami armada Damri dari Bandung  ke Indramayu. Bahkan diprediksi masa libur dan cuti lebaran tak mengalami lonjakan yang signifikan. Namun Ujang yakin pasca lebaran ada kenaikan jumlah penumpang terutama kalangan mahasiswa dan karyawan yang kuliah dan bekerja di Bandung.  “Untuk itu, Perum Damri bakal menambah 2 armada bus setelah Idul Fitri,” pungkasnya. (Jeffry)

Warga Pantura Menyeberang Lewat Kolong Jembatan

Written By K2-911FM on 24 Jul 2014 | 16.56


INDRAMAYU – K2 FM – Kamis,24/7-2014, 16:56 WIB

                        Padatnya arus mudik lebaran, memaksa warga Desa Larangan Kecamatan Lohbener menyeberang jalan lewat kolong jembatan Maja.  Jembatan yang dibuat dari rangkaian kayu gedek dengan lebar 2 meter x panjang 50 meter ini menghubungkan antara Desa Sukasari dan Kedungwaru. 

Jembatan dibangun atas inisiatif warga Blok Maja Desa Larangan Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu untuk membantu warga di ke-dua wilayah itu agar selamat ke tempat tujuan.  Wargapun memanfaatkan sebagai sarana jalan yang cukup aman dari lalu-lintas pantura yang saat ini dipadati kendaraan pemudik.

Meski kapasitas jembatan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor, namun dengan membayar jasa penyeberangan sebesar Rp. 2.000, keselamatan terjamin aman, mengingat jembatan itu dijadikan sarana vital penghubung dua wilayah untuk mengangkut hasil bumi dan transportasi lain.

Seorang warga setempat Sadri (50) mengatakan, pembangunan jembatan memakan biaya Rp. 3 juta terdiri dari 50 kayu dolken dan 13 lembar bambu gedek.  Jembatan yang dibangun dari sumbangan warga sekitar itu dikerjakan bergotong royong selama setengah hari pada Rabu, (23/7) kemarin.

“Sebetulnya sejak 4 tahun lalu masyarakat memanfaatkan kolong jembatan ini untuk penyeberangan, namun baru dibangun semi permanen tahun ini, itupun kalau volume air sungai surut,” kata Sadri kepada K2 FM.  Ia bersama 20 orang warga lain mendapat giliran tugas bergantian tiap 6 jam sekali.

Pendapatan dari jasa penyeberangan lokal itu digunakan untuk menghidupi warga setempat setelah dipotong untuk mengganti modal membangun jembatan.  Sadri bersama kelompoknya mengaku memperoleh pemasukan rata-rata Rp. 700 ribu per-hari.  “Kami tidak menekankan pengguna jembatan membayar Rp. 2.000.  Berapapun kami terima,” katanya. Pihak desa menurutnya sudah mengetahui kepedulian warga membangun jembatan kayu, bahkan sebagian pendapatan disisakan untuk desa.

                        Untuk melewati kolong jembatan, pengendara motor tak harus turun dari kendaraan, cukup dengan menundukkan kepala akan sampai ke seberang karena ketinggian hanya satu setengah  meter antara jembatan kayu dan jembatan Maja.  (Jeffry)

                               Sepeda motor dibantu warga, siap masuk kolong jembatan. (Photo : Jeffry/Dok K2 FM)

Arus Kendaraan Di Pasar Bangkir Padat Merayap


INDRAMAYU – K2 FM – Kamis,24/7-2014, 16:54 WIB

                        Jalur alternatif dari Lohbener ke Cirebon via Karangampel mulai ramai dilewati pemudik pada Kamis, (24/7) pagi.  Hal itu membuat kemacetan parah di depan pasar Bangkir akibat aktivitas jual beli di lokasi pasar.  Beberapa ratus meter memasuki pasar Bangkir, kendaraan sudah mulai melambatkan kecepatan.  Dan kemacetan terjadi saat berada di depan pasar sehingga kendaraan berjalan merayap.

                        Pasar Bangkir merupakan salah satu dari sekian pasar tumpah di wilayah Indramayu yang harus dilewati dengan ekstra hati-hati.  Bila tidak maka timbul kecelakaan lalu lintas seperti bersenggolan atau terserempet seperti yang kerap terjadi.

                        Walaupun telah dijaga aparat keamanan, kemacetan tak dapat dihindari.  Dituntut kesabaran dan kewaspadaan penuh bagi pengendara.  Terlebih besok adalah hari pasaran terakhir di bulan suci Ramadhan 1435 H.  Diprediksi akan memperparah kemacetan di Pasar Bangkir.

                        Secara umum di wilayah Lohbener suasana keamanan kondusif.  Banyaknya kendaraan pemudik yang melintas di jalur alternatif menuju Indramayu kota, Karangampel dan seterusnya diakibatkan terjadi lonjakan jumlah kendaraan di pantura.

                        Pos Penghitungan Dishubkominfo Indramayu mencatat, volume kendaraan yang melintas antara jam 07.00 – 08.00 pagi total berjumlah 16.744 dengan rincian dari arah Jakarta ke Cirebon 15.119 kendaraan dan dari arah Cirebon ke Jakarta sebanyak 1.625 kendaraan, didominasi sepeda motor pemudik sekitar 13.000 lebih. 

                        Data terakhir yang dihimpun K2 FM pada pukul 13.00 siang, volume kendaraan dari dua arah turun ke angka 48.015.  Jika dibandingkan tahun lalu, tahun ini justru mengalami kenaikan 5 kali lipat pada jam yang sama.  Sementara perbandingan volume kendaraan dari arah Cirebon ke Jakarta naik 7 kali lipat dari tahun 2013 lalu.  (Jeffry) 

    Wiwik Oktiani, di kantor hitung uang, di pos hitung kendaraan.. (Photo : Jeffry/Dok K2 FM)

SMA N 1 Krangkeng Rebut Juara 2 Festival Band Religi

Written By K2-911FM on 23 Jul 2014 | 23.58


INDRAMAYU – K2 FM – Rabu,23/7-2014, 23:58 WIB

                        Meski hanya merebut juara ke-dua pada Festival Band Religi, band pelajar asal SMA N 1 Krangkeng cukup puas.  Band dengan jumlah 6 personil ini dinilai layak menempati runner up oleh dewan juri.

                        SMA N 1 Krangkeng mengirimkan satu grup band untuk berlaga pada even yang dihelat di lokasi Pasar Murah Ramadhan alun-alun Indramayu, Rabu (23/7).  Band sekolah bernama SAKRA Band ini meraup poin 464 setelah membawakan 2 lagu bertema Islami.

                        Seluruh personil harus bersabar menunggu pengumuman pemenang ketika para juri dari Komite Musik Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Defas FM mengadakan rapat dewan juri.  Dengan harap-harap cemas, akhirnya mereka meluapkan kegembiraan saat juri menetapkan SAKRA Band sebagai juara ke-dua Festival Band Religi 2014.

                        “Ada perbedaan mendasar antara band akustik dan band elektrik, terutama dalam penggunaan instrumen musik.  Namun intinya tim juri menilai musik secara keseluruhan karena instrumen hanyalah media,” kata seorang juri memberikan komentar.  Sama halnya dengan seni lukis, orang menilai hasil karya lukisannya, bukan alat yang dipakai, terang juri.

                        Meski begitu juri sepakat agar panitia memberikan kriteria yang jelas, apakah festival band akustik ataukah festival band saja.  “Untuk pelaksanaan mendatang, siapapun panitianya harus mempunyai kejelasan apakah akustik atau full band karena karakter suara yang dihasilkan berbeda. Selain itu, ada keseragaman dalam pemakaian alat musik yang dipakai,” ujar juri Fadholi.

                        Menanggapi kesimpang-siuran informasi itu diakui Indri panitia dari Defas FM.  Semula konsep festival berupa lomba band akustik, tapi karena kurang peminat maka peserta dibolehkan membawakan lagu secara full band.

                        Juri berpesan kepada panitia dan peserta agar mutu kompetisi lebih ditingkatkan, walaupun sekedar meramaikan momen ramadhan.  “Segala sesuatu yang bersifat kompetisi tentu ada persaingan untuk saling mengalahkan dengan kemampuan masing-masing, sehingga akan memacu untuk meningkatkan kualitas bermusik, karena ini bukan show biasa setingkat pensi sekolah,” kata pengamat musik yang juga Music Director K2 FM usai acara.

                        Susunan pemenang Festival Band Religi menghasilkan juara 1 Patra Akustik (503), pemenang 2 direbut SMA N 1 Krangkeng (464) dan juara 3 diraih SMA N 2 Indramayu (446). Hadiah bagi pemenang dapat diambil besok di stan Defas FM di alun-alun Indramayu.   (Jeffry)   

Pengunjung K2FM

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger