Home » » IN MEMORIAM PENYIAR K2FM

IN MEMORIAM PENYIAR K2FM

Written By K2-911FM on Oct 11, 2010 | 2:28 PM

     
<!-- more --> Terlahir di Indramayu 47 tahun lalu, mas To, sapaan akrabnya di radio, hampir menghabiskan sebagian waktunya di dunia broadcasting radio. Bahkan sampai ajal menjemputnya pada hari Kamis, 30 Oktober 2008 pukul 15.30 WIb, mendiang mas To masih berstatus penyiar Radio Kijang Kencana 911 FM Indramayu. Bulan Oktober agaknya menorehkan duka mendalam bagi semua orang atas kepergian beliau. Pada bulan Oktober pulalah ia terlahir dan diberi nama Toto Odong Sunarto. Pria penyabar dan jarang bermasalah ini, lahir pada tanggal 22 Oktober 1953, dari pasangan suami-isteri Maman Durman dan Sungada.
Tidak heran bila mas To menekuni dunia radio, karena kakaknya yang juga telah menghadap sang Kholiq, Supardi Nurman pernah siaran di Studio Radio Daerah (Sturada) Indramayu era ’70-an.
Setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPAM), sempat bekerja di perusahaan swasta, Koperasi Unit Desa, perangkat Desa Pabean Udik, dan ikut proyek Pertamina, sebelum akhirnya menjadi Penyiar hingga tutup usia dengan predikat masih tenaga sukwan. Walaupun sukarelawan, pengabdiannya tak pernah pupus. Tak pernah terlintas rasa iri apalagi meng-klaim Tuhan ‘tak adil’ atas nasibnya. Hal ini sejalan dengan motto hidupnya, rejeki setitik asal maler (rejeki sedikit asal lancar). Menandakan bahwa semboyan hidupnya tak menyiratkan obsesi berlebihan. Di balik kesederhanaan mas To, ternyata punya kelebihan sehingga mencuatkan berbagai prestasi :
• Pembuat naskah (script writer) Lomba/Kompetisi Siaran Se-Jawa Barat
• Pembina Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pirsawan)
• Pelaksana pada tiap Ultah & Hari Besar Nasional, dll

Semasa kecil, ia jalani layaknya anak-anak seusianya, bermain di alun-alun Pemda yang saat itu masih ditumbuhi rerumputan dan pepohonan besar. Epung, Agus Suroyo, Jaja Sutarja tercatat sebagai para sohibnya, dan salah seorang sahabatnya yang kini berada di Bekasi.
Almarhum mas To, menjadi Penyiar pada tahun 1983, seangkatan dengan Aan Juwanda, Yayah Setiasih, Mien, Nur’aeni, Slamet Setiadi, Ida Purwanti, Iis Isnaniah, Budy, Neni, Hasanudin, Nursahid, Abah Sukardi dan Nurhayati. Sampai saat menghembuskan nafas terakhirnya, beliau tetap berdomisili di Desa Pabean Udik RT 03 Rw 05 Blok Anjun no. 91 Indramayu. Ia sangat mengagumi sosok Bapak Warnali (almarhum), yang menurutnya banyak memberikan andil besar pada perkembangan seni-budaya Indramayu. “Beliau memberikan perhatian besar pada seniman/seniwati Dermayon”, ungkap mas To kepada penulis sekira bulan Mei 2004 lalu. Bila orang-orang kini ramai memperbincangkan soal ‘pelestarian budaya daerah’ , mas To telah melakukannya sejak berpuluh tahun lalu lewat media radio dengan tata bahasa dan penuturan halus kepada pendengarnya.
Mas To meninggalkan seorang isteri, Maskunah dan dua anak Yayah dan Agus, serta dikarunia cucu bernama Paris dan Puteri.
Memang masih banyak keinginan yang belum ia wujudkan semasa hidupnya, namun Tuhan berkehandak lain. Allah SWT telah memanggil dan menempatkannya pada tempat yang layak di sisi-Nya.


(Diceritakan kembali oleh Jeffry Suripto)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger