Home » » Menyikapi Kondisi Galau Berat

Menyikapi Kondisi Galau Berat

Written By K2-911FM on Jun 1, 2013 | 12:31 PM



INDRAMAYU – K2 FM – Sabtu,1/6-2013, 12:28 WIB

                        Galau ternyata tak hanya dikenal dan melanda kaum muda.  Kondisi ini dialami berbagai kalangan masyarakat dunia.  “Kini galau bukan lagi ringan, tapi galau berat,” kata ustadz Amani Luthfi, S.Ag ketika berceramah di depan PNS, Kamis (30/5).  Selain wabah penyakit, juga menurutnya akibat kondisi alam.

                        Ia mencontohkan, di belahan dunia sana  ada peningkatan kadar penyakit flu burung H5N1, bahkan kini ditemukan wabah  baru virus H7N9.  Belum lagi kasus virus Corona yang menyerang sistem pernafasan dan menyebabkan penderita mengalami batuk berat, demam dan kesulitan bernafas.

                        Kegalauanpun terjadi pada kondisi cuaca alam yang ekstrim.  Hujan sulit diprediksi sehingga kadangkala berubah menjadi bencana.  Di satu sisi hujan mendatangkan berkah, namun di sisi lain hujan bukan lagi rahmat melainkan sinyalemen bahwa Allah sedang mengingatkan kita dengan murkaNya.  “Adalah tidak bijak jika kita hanya saling menyalahkan dalam menghadapi murka Allah,” ungkapnya.  Yang penting menurutnya, dituntut di mana posisi dan peran kita.  Apa yang dapat kita sumbangkan dalam menyikapi murka Allah.  
    
Maka tersebutlah dalam Hadits Qudsi sesungguhnya rahmatKu mengalahkan murkaKu”. Dalam hal ini murka-Nya sangat bergantung kepada asal mula sesuatu tersebut. Bahwa asal mula rahmat itu lebih dahulu daripada asal mula murka. Soalnya rahmat adalah sifat asal yang dimiliki oleh Allah yang Maha Suci. Sedangkan murka adalah sifat Allah yang muncul karena adanya perbuatan hamba. Oleh karena itu jelas sangat wajar kalau rahmat Allah mengalahkan atau mendahuluinya murkaNya.

Ketika kegalauan terjadi dalam segala aspek kehidupan, ada dua cara mendapat rahmat Allah, tambah Luthfi.  Dengan membiasakan diri untuk tidak lepas dari Qur’an, sebab Qur’an adalah ‘jalur pembuka’ rahmat antara manusia dengan sang Khalik.  Ke-dua dengan memohon ampunan Allah.  “Bila kita merasa diri kita paling benar, paling berjasa maka akan memperlambat turunnya rahmat Allah,” jelas pengasuh ponpes Yapiim Dukuh ini.  (Jeffry)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger