Home » » Budi Daya Rumput Laut Tekan Angka Urbanisasi

Budi Daya Rumput Laut Tekan Angka Urbanisasi

Written By K2-911FM on May 22, 2014 | 3:47 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Kamis,22/5-2014, 15:47 WIB

                        Usaha budi daya rumput laut diharapkan mampu mengatasi problem sosial-ekonomi yang dihadapi masyarakat, khususnya warga petani tambak di Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu. “Manfaat budi daya rumput laut sangat besar sekali, karena dapat ditumpangsarikan dengan ikan bandeng dan udang,” kata Camat Kecamatan Cantigi Drs. Edi Kusnaedi, M.Si pada kegiatan panen perdana rumput laut di Desa Cemara Kecamatan Cantigi, Kamis (22/5).

                        Lebih lanjut kata Edi, bila masyarakat semakin berminat membudi dayakan rumput laut, mudah-mudahan di Kecamatan Cantigi tidak kekurangan lahan pekerjaan dan dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat.  “Masyarakat Cantigi saat ini 40 %-nya melakukan urbanisasi, dan sebanyak 10 % menjadi TKW,” terang Camat.

                        Panen perdana rumput laut yang dilaksanakan di Blok Jongor Desa Cemara Kecamatan Cantigi, dihadiri Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) Prof. Dr. H. Haryono Suyono, MA, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah beserta Dr. H. Irianto MS. Syafiuddin, Sekda Ahmad Bahtiar, SH, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Camat Cantigi Drs. Edi Kusnaedi, M.Si, Kuwu Desa Cemara Jaenudin, S.Pd, Kepala OPD dan masyarakat petambak setempat.

                        Dalam kesempatan itu, Camat Edi Kusnaedi mengungkapkan puji syukur telah dilakukan panen perdana rumput laut dengan lahan uji coba seluas 3 ½ hektar, dengan bantuan awal dari Yayasan Damandiri sebanyak 10 ton.  “Hasil dari panen perdana mencapai 80 ton, itupun dalam kondisi tidak normal karena Januari lalu, Cantigi dikepung banjir,” jelasnya.

                        Ia bersyukur dengan cara tumpang sari, biaya pakan untuk ikan (bandeng) dan udang dapat diminimalisir.  “Jika menanam bandeng atau udang tanpa rumput laut, maka biaya pakannya besar sekali, sehingga untungnya tidak maksimal.  Tapi dengan cara tumpang sari ini tidak memerlukan pakan lagi,” katanya.  

                        Kalau dihitung dengan rupiah, kondisi rumput laut basah seharga Rp. 1.000/kg, sedangkan yang kering Rp. 7.000/kg.  Camat mengkalkulasikan, dalam waktu sekitar 5 bulan, rumput laut basah mencapai keuntungan Rp. 80 juta.

                        Prospek cerah budi daya rumput di Kecamatan Cantigi saat ini sudah mulai dirasakan.  “Untuk sementara ini, baru ditebar sudah banyak peminatnya.  Terakhir sejak kemarin, sudah ada 36 petani pemilik luas lahan 93 hektar.  Luas tambak di wilayah Kecamatan Cantigi adalah 8.045 hektar.  Mudah-mudahan dengan sentuhan dari Yayasan Damandiri dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat petani tambak,” ujar Camat Edi.  (Jeffry)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger