Home » » Hizbut Tahrir Indonesia : Cabut Ijin Operasi Sekolah Internasional

Hizbut Tahrir Indonesia : Cabut Ijin Operasi Sekolah Internasional

Written By K2-911FM on May 17, 2014 | 10:04 AM


INDRAMAYU – K2 FM – Sabtu,17/5-2014, 10:04 WIB

                        Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendesak pemerintah agar mencabut ijin operasinal sekolah berlabel ‘Sekolah Internasional’.  Hal itu sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian HTI akan masa depan bangsa terkait meningkatnya jumlah kasus kekerasan/pelecehan anak di lingkungan sekolah.

                        Kasus yang terjadi di Jakarta International School (JIS) adalah salah satu contohnya.  “Kasus ini menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan bertaraf internasional tidak menjanjikan mutu yang menjaga martabat dan kehormatan manusia,” kata seorang pengurus Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Indramayu mengutip pernyataan juru bicara Muslimah HTI Iffah Ainur Rochmah.

                        Iffah atas nama Muslimah HTI memberikan perhatian khusus dalam kasus kekerasan dan pelecehan pada murid TK di JIS.  Ia mengecam keras serta menuntut pemerintah untuk memberikan sangsi berat terhadap para pelaku.  “Selain orang tua dan sekolah, Negara sesungguhnya paling bertanggung-jawab terhadap perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan,” tandas Iffah. 

                        Menurut data di Kemdikbud, sebanyak 111 sekolah internasional tersebar di 14 Propinsi se-Indonesia.  43 sekolah asing berada di propinsi DKI Jakarta.  HTI menyerukan agar masyarakat jangan sampai tertipu oleh label ‘Sekolah Internasional’, sebab label tersebut tidak menjamin kualitas pendidikan, akhlak dan kepribadian, apalagi perlindungan terhadap akidah Islam.

                        Dalam pernyataan yang disebarkan melalui Media Muslimah Hizbut Tahrir edisi 66/PN/05/14 tanggal 4 Mei 2014, HTI juga mengingatkan seluruh keluarga muslim agar menjadikan akidah Islam sebagai fondasi utama dalam mendidik dan mengarahkan putera-puterinya.  Sebab, hanya dengan akidah Islam yang kokoh, anak-anak dan generasi muda muslim dapat membentuk karakter kepribadian yang Islami.

                        HTI memiliki pandangan, bahwa sekolah asing sangat berbahaya lantaran menjadi sarana efektif penanaman nilai dan gaya hidup yang bertentangan dengan agama dan budaya bangsa.  Bukan hal baru bila di negeri muslim, sekolah asing melakukan pendangkalan akidah, pemurtadan, sekularisasi, serta menjauhkan kaum muslim dari Islam, pemikiran dan hukum-hukumnya.  (Jeffry)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger