Home » » Remaja Asal Indramayu Jadi Korban Trafficking di Jakarta

Remaja Asal Indramayu Jadi Korban Trafficking di Jakarta

Written By K2-911FM on Jun 14, 2014 | 2:20 PM


Jakarta – Jum’at (13/6) - Seorang remaja asal Indramayu, Jawa Barat yang masih berusia 15 tahun menjadi korban trafficking dan dipaksa bekerja sebagai pekerja seks komersil di tempat hiburan malam di Jakarta. Selama hampir tiga bulan  bekerja di dua tempat hiburan malam di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat dan Sawah Besar, Jakarta Pusat, remaja berinisial S tersebut dilarang pulang ke kampung halaman, dan hanya hidup dari uang tip yang diberikan tamu.

                        Dengan harapan dapat memperbaiki ekonomi keluarga, S mengikuti ajakan seorang perempuan bernama Pepi pada April lalu. Tanpa pamit pada orangtua, S berangkat ke Jakarta bersama Pepi menggunakan ojek motor yang dilanjutkan dengan menggunakan mobil travel.

                        S dibawa Pepi ke sebuah penginapan yang diketahuinya bernama Hotel Travel di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat dan dipaksa melayani pria hidung belang.  S kemudian dibawa pria bernama Abun, tinggal di dalam mess yang berkedok sebagai ruko bersama sekitar 30 perempuan penghibur lainnya. "Mereka orang dewasa semua. Hanya saya yang masih kecil," tuturnya.

                        Di tempat hiburan malam Grand LA Bar and Massage di Jakarta Pusat, S sempat bekerja selama satu minggu hingga bertemu dengan seorang tamu yang bersedia menyelamatkannya.  Selanjutnya, tamu yang bekerja pada sebuah LSM itu membawa S ke Kantor Komnas Perlindungan Anak.

                        Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menyatakan, S merupakan korban sindikat trafficking gadis di bawah umur. Diduga, selain S terdapat remaja lainnya yang menjadi korban sindikat ini. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini.

"Kasus ini memenuhi unsur-unsur terjadinya trafficking, iming-iming, dan perbudakan pada anak. Kepada pelaku dapat dijerat pasal 81, 82, dan 84 UU Perlindungan Anak," tegasnya.

Arist menyatakan, pihaknya juga akan melaporkan kasus ini kepada Pemerintah Kota Jakarta Barat dan Jakarta Pusat yang menjadi wilayah tempat S pernah dipekerjakan sebagai penghibur. Arist menduga pihak hotel dan sindikat mengecoh aparat dengan menempatkan para remaja ini di sebuah ruko dan hanya datang ke hotel saat bekerja.

Selain menempuh jalur hukum dengan menggandeng instansi terkait, Arist menyatakan, pihaknya juga berupaya memulihkan kondisi psikologis S dengan menempatkannya di rumah aman untuk sementara waktu. Setelah kondisi psikologi S membaik, Arist akan mengembalikannya ke kampung halaman.  (F-5/CAH/Sumber : Suara Pembaruan)

                            Remaja korban trafficking.  (Fana FS Putra/Suara Pembaruan)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger