Home » » Waspada Jajanan Sekolah, Rentan Penyakit

Waspada Jajanan Sekolah, Rentan Penyakit

Written By K2-911FM on Jun 18, 2014 | 3:20 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Rabu,18/6-2014, 15:20 WIB

                        Di Indramayu, masih banyak ditemukan jajanan sekolah yang rentan terhadap timbulnya berbagai penyakit.  Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, anak usia sekolah 7 – 12 tahun termasuk golongan terbesar yang mengkonsumsi makanan/minuman berbahaya bagi kesehatan tubuh. 

                        “Jika anak-anak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat-zat yang tak layak dikonsumsi, maka dalam 10 atau 20 tahun kemudian mengakibatkan stroke, gagal ginjal, kanker dan jantung,” ujar Kasi Pembinaan dan Pengawasan Tempat-Tempat Umum, Industri dan Tempat Pengolahan Makanan (PPTUI-TPM) Bidang Promkes dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Indramayu, Wahyu Rini, S.Sos.

                      Hasil uji lab oleh Dinkes Indramayu, ditemukan bakteri Ekoli di hampir makanan/minuman yang dijajakan di lingkungan sekolah.  Di Indramayu banyak ditemukan di Desa Mekar Gading Kecamatan Sliyeg.  Bahkan di Kecamatan Krangkeng lebih banyak lagi. Selain pada makanan/minuman, bakteri Ekoli juga terdapat di mana-mana : tangan, baju, tanah, udara, air dan lingkungan lainnya. Pihaknya juga menyayangkan masih banyak pedagang yang menggunakan sakarin (pemanis buatan) dan rodhamin B (zat pewarna) untuk menarik perhatian pembeli.

                        Rini mengimbau kepada orang tua menyampaikan pesan kepada anak supaya waspada ketika membeli jajanan di sekolah.  “Diusahakan agar anak sarapan pagi di rumah.  Kejadian 53 anak sekolah keracunan di Losarang diakibatkan oleh nasi yang tercemar bakteri,”  katanya.

 Masalah kesehatan menurut Rini, bukan hanya kewajiban Dinkes, tapi seluruh lapisan masyarakat.  Diperlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk memberikan informasi akan pentingnya hidup sehat. 

                        Seperti diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan pasal 10, setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan, dilarang menggunakan bahan apapun sebagai bahan tambahan pangan yang dinyatakan terlarang atau melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan.

                        Dinas Kesehatan Indramayu menggelar “Pertemuan Sosialisasi Depot Air Minum Isi Ulang dan Hasil Sosialisasi Makanan dan Jajanan Di Sekolah” pada Selasa (17/6) di aula Hotel New Trisula Indramayu.  Pertemuan yang dihadiri kader kesehatan Kecamatan dan awak media radio itu bertujuan untuk memasyarakatkan program-program kesehatan sehingga masyarakat memahami produk pangan yang bersih dan sehat.

                        Khusus kepada konsumen pelanggan air isi ulang, warga wajib menanyakan kepada Depot Air Minum (DAM) seperti apa hasil uji lab. "Masyarakat sebaiknya datang sendiri ke DAM untuk memastikan bagaimana proses sterilisasi air sebelum kita minum, jangan mengandalkan pengirim air gallon yang belum tentu terjaga kebersihannya,” tutur Rini.  Sebaliknya, DAM harus punya Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi yang dipasang di dinding, pengusaha mempunyai Sertifikat kursus HSMM dan melakukan uji lab tiap 3 bulan sekali.  Jika pemilik DAM melanggar maka diambil tindakan administratif seperti teguran lisan/tertulis, sampai pencabutan ijin usaha. (Jeffry)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger