Home » » Pemberian Remisi Lapas Indramayu, Kemenkumham Hadapi Masalah Serius Narkoba

Pemberian Remisi Lapas Indramayu, Kemenkumham Hadapi Masalah Serius Narkoba

Written By K2-911FM on Aug 17, 2014 | 9:58 AM


INDRAMAYU – K2 FM – Minggu,17/8-2014, 09:58 WIB

                        Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau rutan di seluruh Indonesia saat ini sudah sangat penuh, 60 % penghuninya adalah pemakai dan pengedar narkoba.  “Pembangunan lapas atau rutan yang direncanakan, tidak sebanding dengan terus meningkatnya penghuni lapas/rutan,” kata Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah membacakan sambutan tertulis Menteri Hukum dan HAM RI pada Upacara Pemberian Remisi kepada napi di Lapas Kelas II B Indramayu, Minggu (17/8).

                        Menyikapi permasalahan itu haruslah dicegah dengan mengubah paradigma bahwa sudah saatnya pendekatan hukum perlu diimbangi pendekatan rehabilitasi. 

                        Belum lama ini, telah ditandangani beberapa kesepakatan yang digagas Mahkamah Agung, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung dan Kepolisian serta Kementerian Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional.  Agenda dalam MOU itu adalah penanggulangan pemakai narkoba yang semakin memprihatinkan.

                        “Kita berharap dengan adanya MOU itu, minimal ke depan, over kapasitas di lapas/rutan yang ada, dapat dikurangi dan penanggulangan pemakai narkoba dapat terkendali,” ujar Bupati Anna.

                        Upacara Pemberian Remisi Umum kepada napi Lapas Kelas II B Indramayu dalam kaitan peringatan HUT Kemerdekaan ke-69 Tingkat Kabupaten Indramayu tahun 2014, dipimpin Bupati Indramayu selaku inspektur upacara.  Sebanyak 321 orang mendapatkan remisi (pengurangan masa hukuman) dari 1 sampai sekitar 4 bulan. Sedangkan napi yang dinyatakan bebas pada hari ini, tanggal 17 Agustus 2014 berjumlah 12 orang.

                        Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI diserahkan secara simbolis oleh Bupati kepada 2 perwakilan napi, Lisa dan Muhidin.  Mereka dinyatakan memenuhi persyaratan berdasarkan Keppres RI Nomor 5 tahun 1987. Usai upacara, Bupati didampingi Kalapas Indramayu Sugito, Bc.IP, SH, Kapolres, Dandim, Sekda dan pejabat lain turun ke lapangan meninjau barisan napi/tahanan yang tersangkut berbagai kasus kriminalitas.  Tampak seorang napi perempuan baya, setengah tersipu mengaku dirinya terlibat pencurian.   

Pemberian remisi bukanlah suatu bentuk kemudahan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan untuk dapat cepat bebas, tetapi merupakan instrumen dan wahana normatif untuk meningkatkan kualitas pembinaan, mendorong motivasi diri, sehingga warga binaan mempunyai kesempatan, kesiapan, berdaya adaptasi tinggi dalam proses Reintegrasi Sosial melakukan internalisasi dan implementasi nilai-nilai pembinaan yang diperoleh sebagai modal untuk kembali di lingkungan masyarakat secara tepat dan nyata.

“Bagi napi yang mendapatkan remisi, saya ucapkan selamat, semoga dengan pemberian remisi ini, akan memberikan kesadaran saudara-saudara untuk selalu berbuat baik dan berperan aktif dalam pembangunan di masyarakat,” kata Bupati membacakan amanat Menkumham RI Amir Syamsudin.  (Jeffry) 

 Laporan kepada Irup, berlatar belakang tahanan remaja kasus geng motor.  (Photo : Jeffry/K2 FM)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger