Home » , » Kepala Kemenag Indramayu : Waspadai ISIS

Kepala Kemenag Indramayu : Waspadai ISIS

Written By K2-911FM on Aug 5, 2014 | 3:58 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Selasa,5/8-2014, 15:58 WIB

                        Kepala Kementerian Agama Kantor Kabupaten Indramayu Drs. H. Yayat Hidayat, M.Ag mengimbau dan mengajak masyarakat agar mewaspadai keberadaan ISIS, menyusul keputusan pemerintah yang menolak faham dan ideologi ISIS dalam rapat kabinet yang dipimpin Presiden Yudhoyono, Senin kemarin.

                        “Kami mengajak supaya masyarakat Indramayu mewaspadai tentang keberadaan ISIS ini jangan sampai masuk ke kita, terpengaruh, kemudian terprovokasi dan merusak tatanan yang sudah kondusif ini,” katanya kepada Reporter K2 FM di ruang kerjanya, Selasa (5/8).

                        Gerakan separatis yang berasal dari negara Irak dan Syria ini menurut Kepala Kemenag Indramayu bertujuan menegakkan ‘khilafah Islamiyah’ (kekhalifahan Islam) yang kini mulai melebar ke Indonesia.  “Ini sebetulnya tidak cocok untuk Indonesia, artinya, negara kita yang sudah berdiri tegak dengan dasar Negara Pancasila, jangan sampai rusak oleh gerakan ISIS,” imbuhnya.  Ia sependapat dengan pernyataan pemerintah bahwa ISIS menyangkut ideologi atau keyakinan yang dianggap bertentangan dengan ideologi Pancasila.

                        Sementara ini lanjut Yayat Hidayat, pergerakan ISIS di Indramayu dipastikan belum ada, meski ISIS telah merekrut sekitar 2.000 orang di Indonesia.  Kalangan muda agaknya menjadi sasaran empuk pengembangan faham ISIS.  “Unsur yang mudah dimasuki adalah anak-anak muda yang idealismenya tinggi, tapi pemahaman terhadap sistim kenegaraan, sisi agama dan politiknya rendah.  Ini yang perlu dimatangkan,” katanya. 

                        Yayat Hidayat melihat dari sisi agama, Islam tidak mengatur secara rinci tentang politik dan tata negara, tetapi bagaimana nilai-nilai Islam itu secara substantif bisa dilaksanakan oleh negara, tidak berarti harus menjadi atau berbentuk Negara Islam. 

Ia menganalisa dari berbagai pendapat ulama tentang sistem suatu Negara.  Di antaranya pendapat yang mengatakan bahwa Negara Islam mengatur tata Negara dan politik.  Jadi kalau kita ambil pendapat ke-dua, mestinya tidak harus menegakkan Negara Islam tapi nilai-nilai Islam masuk dalam sebuah penyelenggaraan Negara, tambahnya, karena Indonesia Negara demokrasi, bukan teokrasi atau teo-demokrasi.  Ia mengambil contoh Negara theokrasi seperti Arab Saudi atau kerajaan-kerajaan Islam lainnya.

Kementerian Agama Indramayu punya perangkat dan sederet program keagamaan.  Melalui penyuluh agama yang ada di seluruh wilayah kecamatan dan desa, pihaknya akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait keberadaan ISIS, agar tak mudah direkrut menjadi anggota ISIS dengan cara dibai’at atau cara apapun.

“Insya Allah pada waktunya nanti, selain lewat radio Kijang Kencana, juga disampaikan sosialisasi melalui media lain,” pungkas Yayat Hidayat.  (Jeffry)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger