Home » » AFI Makin Mantap Lewat ‘Aku Cinta Batik IV’

AFI Makin Mantap Lewat ‘Aku Cinta Batik IV’

Written By K2-911FM on Sep 22, 2014 | 3:48 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Senin,22/9-2014, 15:47 WIB

Batik adalah warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh dunia.  Kreatifitasnya bahkan tanpa batas. Motif batik tidak hanya indah dalam bidang fashion, namun kini sudah menyentuh bidang lain : menghiasi sampul buku, tas, sepatu sampai otomotif.

Salah satu bentuk apresiasi terhadap keagungan karya Indonesia itu, diwujudkan dalam acara pemilihan model “Aku Cinta Batik”.  Penyelenggaranya, Asosiasi Fotografer Indramayu (AFI) yang memasuki pelaksanaan kali ke-empat pada tahun ini.

Pendaftaran untuk menjadi peserta fotomodel “Aku Cinta Batik IV” telah dibuka dengan kategori Anak-anak (5-12 tahun), Remaja (13-16 tahun), Dewasa (17-25 tahun) dan kategori baru Srikandi.  Dibuka mulai 16 September sampai 16 Oktober 2014.  Sesuai tema, batik Indramayu menjadi objek utama yang wajib dikenakan peserta.

Kegiatan akan dibagi beberapa tahap, Technical Meeting 18 Oktober 2014, pemotretan indoor 25 Oktober 2014, pemotretan outdoor 25 Oktober 2014 dan Grand Final pada 15 Nopember 2014. Pendaftaran di Sekretariat AFI atau Studio Kayu Putih jalan Gatot Subroto Indramayu.

“Insya Allah pelaksanaan Grand Final bertempat di Alun-alun Indramayu,” kata Sekretaris Panitia ACB IV Wawan Hermawan.  Dalam masalah persiapan, diakui Wawan sudah benar-benar siap.  Pengalaman pada 3 kali pelaksanaan ACB membuat anak-anak AFI semakin matang.  “Kendalanya paling cape, tapi itu wajar.  Hanya mungkin mendekati pelaksanaan biasanya teman-teman out of control, lepas kendali dan kadang sedikit emosi,” katanya. 

Ketua AFI Turidi menuturkan, ada dua acara inti pada ACB, yaitu pemotretan dan peragaan busana di atas catwalk.  Dua tahap ini sangat penting dalam penjurian.  “Pengalaman lalu sering ditemui, si peserta bagus dalam pemotretan tapi kurang baik ketika peragaan di atas cat walk,” ujar pemilik Wong School of Photography itu kepada announcer K2 FM Gustie Azis dan Lubna.   

Turidi menampik adanya tudingan memanfaatkan batik sebagai kegiatan hura-hura atau mengambil keuntungan lewat ajang modeling. Melalui ACB, masyarakat lebih cinta batik, menciptakan pencitraan ciri khas budaya Indramayu yang pada ujungnya meningkatkan taraf hidup perajin, industri dan siapapun yang berkecimpung di bidang batik. 

                         Pihaknya berencana bukan hanya batik yang diangkat, melainkan seni-budaya lainnya, karena objek dari kegiatan fotografi bisa kemana saja.  (Jeffry)

 Photo bareng crew usai dialog, Sabtu (20/9). 
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger