Home » » Warga Karang Song Produksi Krupuk Kulit Ikan Tuna

Warga Karang Song Produksi Krupuk Kulit Ikan Tuna

Written By K2-911FM on Oct 22, 2014 | 8:38 AM


INDRAMAYU – K2 FM – Rabu,22/10-2014, 08:38 WIB

                        Ikan tuna sering dipakai sebagai bahan sushi makanan Jepang.  Namun terkadang kulit ikan ini dibuang dan menjadi limbah yang mengganggu lingkungan.  Warga Karang Song Kecamatan Indramayu memanfaatkan kulit ikan tuna untuk dipkelola menjadi krupuk yang lezat.  

Pengusaha krupuk kulit ikan tuna Tabroni (32), adalah satu-satunya pemilik home industry yang terus mengembangkan usaha tersebut sejak 2010. Perusahaan krupuk kulit “Bonex’s Fish Crackers” yang dikelola Tabroni, kini mempekerjakan 30 karyawan.  Bahan baku kulit ikan tuna didapat dari beberapa perusahaan pengolahan ikan segar di Indonesia dari hasil filleting ikan-ikan tuna yang rata-rata dipasok 1 ton per hari sebelum diproses menjadi kerupuk dan abon.

Usaha yang dijalani Tabroni berawal memproduksi krupuk kulit ikan cucut (hiu).  Beberapa waktu kemudian ia beralih dan mencoba kulit ikan tuna.  “Ternyata produksi kerupuk kulit ikan tuna mempunyai prospek lebih baik dan diterima  pasar,” kata ‘Bonie’ panggilan Tabroni.

Warga Karang Song yang nota bene berada di wilayah pinggir laut dan hidup dari hasil melaut, berpotensi mengembangkan usaha kerupuk dari jenis-jenis ikan seperti ikan tengiri, kakap, kakap merah, pari, hiu, lele, bandeng dan belut.  Oleh warga setempat, kulit ikan dapat juga diolah menjadi tepung ikan, bakso ikan dan abon ikan.

    Proses pengolahan kerupuk kulit ikan tuna kata Tabroni, kulit dicuci bersih kemudian direbus selama 2 menit sambil dibersihkan sisik-sisik yang melekat. Setelah itu direbus lagi selama 30 menit, lalu diangkat dan dijemur dibawah sinar matahari.  Setelah kering dicampurkan racikan bumbu berupa garam, penyedap rasa dan bawang putih dan direndam sekitar 1 menit. Proses ke-dua dijemur lagi sebelum digoreng. Tahap pengepakan dilakukan oleh lebih banyak karyawan dengan mesin seadanya. 

“Perusahaan Bonex’s Fish Crackers memasarkan produk ke Jakarta, Bandung dan Cirebon,” kata seorang karyawan yang mengaku diberi upah Rp. 210 ribu per 2 minggu.  Usaha yang dijalani Tabroni, berhasil memproduksi kerupuk rata-rata 20 bal per hari.

Kerupuk kulit ikan tuna mengandung fosfor, kalium, lemak asam omega-3, magnesium, tiamin, vitamin B 6 yang sangat baik untuk tubuh.  “Krupuk kulit ikan tuna dipilih dari sayatan ikan tuna segar kualitas ekspor dan mutu terjamin.  Bonex's menyediakan krupuk kulit ikan tuna mentah kering siap goreng dan membuka peluang agen di kota-kota seluruh Indonesia,” kata Tabroni kepada reporter K2 FM Nuniek.

Ia meminta Pemkab melalui dinas/instansi terkait agar membantu mengembangkan usaha tersebut tidak hanya dengan cara konvensional melainkan menggunakan peralatan modern. (Jeffry)

 Produk kemasan kerupuk kulit ikan tuna "Bonex's Fish Crackers".  (Photo : Nuniek/K2 FM)
Share this article :

+ comments + 2 comments

Anonymous
Oct 23, 2014, 6:54:00 PM

Uhuuuuyyy mang bonie debest dah.. :*

Jan 7, 2015, 11:46:00 AM

Makasih infonya..
Baru tahu info seperti ini. Menarik juga :)
Kunjungan balik ke web Box Makanan

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger