Home » » Torro Margens : Seni Sandiwara Indramayu Harus Berbahasa Indonesia

Torro Margens : Seni Sandiwara Indramayu Harus Berbahasa Indonesia

Written By K2-911FM on Nov 6, 2014 | 3:29 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Kamis,6/11-2014, 14:00 WIB

                        Aktor, sutradara film dan pesinetron Torro Margens menyarankan agar seni Sandiwara yang sudah menjadi bagian budaya Indramayu, mengurangi penggunaan bahasa daerah. Alasannya, supaya jenis kesenian ini tidak terkungkung serta dibatasi perkembangannya karena so’al bahasa yang kurang me-nasional.

                        Tanpa mengurangi nilai-nilai luhur seni-budaya Indramayu, sebaiknya pada tiap pementasan, grup-grup Sandiwara menggunakan bahasa Indonesia, agar lebih dimengerti dan dikenal masyarakat di luar daerah, usul Torro.
   
“Saya sendiri berasal dari Pemalang tapi kurang mengerti bahasa jawa Indramayu.  Ini hanya sumbangsih pemikiran saya, jika ingin berkembang haruslah menggunakan bahasa nasional seperti yang dilakukan Srimulat,” kata pria pemeran Drs. Suroso Kimpling dalam sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” ini.

                 "Jika selama ini Sandiwara hidup seperti katak dalam tempurung, harus ada inovasi keluar dari sarangnya.  Ke depan bila harga tanggapan 10 juta sekali pentas, akan naik 2 - 3 kali lipat ketika ditanggap di luar daerah," jelasnya. 

Pria 65 tahun yang masih eksis di dunia sinetron dengan peran antagonisnya ini, memang dianggap seorang tokoh seni peran berkarakter kuat.  Predikat antagonis masih melekat dalam diri Torro.  Perannya dalam TBNH yang ditayangkan RCTI sebagai ayah Laksmi tampak menonjol.  Ia juga pernah bermain sinetron berjudul Rahasia Ilahi di MNCTV, bahkan mampu membawakan acara-acara serius misalnya “Uka-Uka”.

Torro Margens menjadi pembicara pada workshop Seni Peran dan Trik Film yang diselengarakan oleh Indramayu Production House dan Dewan Kesenian Indramayu, Kamis (6/11). Peserta diikuti ratusan pelajar SMP/SMA/SMK dan mahasiswa yang diisi tanya jawab seputar seni peran atau akting. 
 
Menyinggung so’al peran antagonis ia mengaku itu sebagai tuntutan naskah yang diingini sutradara dan produser.  “Lebih baik berperan antagonis di film atau sinetron, yang penting tidak dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Torro Margen didampingi komedian Derry Sudarisman (Derry ‘4 Sekawan’) yang juga bertindak selaku pembicara workshop. (Jeffry) 

 
Pelajar peserta workshop seni peran bersama Torro Margens dan Derry.  (Photo : Lubnah M)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger