Home » » “Ertiga”, Jawara Merpati Sprint

“Ertiga”, Jawara Merpati Sprint

Written By K2-911FM on May 18, 2015 | 1:43 AM



INDRAMAYU – K2 FM – Senin,18/5-2015, 01:43 WIB

                        Burung merpati bernama “Ertiga”, keluar sebagai pemenang pertama lomba merpati balap LAPAK DAYUNG CUP 2015 di Kawasan Wisata Bojongsari Indramayu, Minggu (17/5).  Kepakkan sayap “Ertiga” mampu memacu kecepatan penuh, membelah angkasa, meliuk-liuk, dan finish di urutan pertama.

Blankon (18) si empu merpati “Ertiga” asal Widasari bahkan memboyong gelar juara 2 dan 3 atas nama “Combat” dan “Sukhoi”.  Blankon mengaku tak ada resep khusus untuk merpatinya dalam menghadapi laga ini.  “Soal makanan sama seperti burung merpati lain. Komposisi jagung, jamu semacam itulah,” katanya.

Faktor lain kesuksesan “Ertiga” ujarnya, adalah perawatan dan sering dilatih terutama kecepatan karena merpati jenis ini khusus balap.  Kemenangan “Ertiga” merupakan kali pertama di ajang sejenis.  “Lomba di Majalengka (Panjava) dan Wadas Cirebon yang pernah saya ikuti, gagal,” ucap Blankon sedikit kesal.  Kali ini ia beruntung karena merpati yang ia beli seharga Rp. 2,5 juta ini menang.

LAPAK DAYUNG CUP 2015 digelar oleh Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) Kabupaten Indramayu.  Diikuti lebih dari 40 ekor merpati balap sehingga memaksa panitia membagi dalam 7 babak sampai final. Dipilihnya Kawasan Wisata Bojongsari supaya area ini tak berkesan angker. “Kami ingin promosikan Bojongsari sebagai daerah tujuan wisata karena selama ini ada kesan negatif,” kata seorang panitia Andri Priatna kepada K2 FM.

Laga ini bisa disebut ajang pemanasan jelang even yang lebih besar yaitu putaran Liga Pantura di Losarang akhir Mei 2015.  Ditemui di sela lomba, sesepuh penggemar merpati sprint Mugi Haryadi mengusulkan agar ke depan pelaksanaan lomba digelar di tempat representatif demi kenyamanan kontestan.  Area harus steril dari rintangan alam misalnya pohon atau kabel listrik.  “Saya melihat hamparan lokasi merpati terbang untuk start (dilepas) hingga ke tangan joki di lokasi patik hanya berjarak 600 meter.  Idealnya 1 kilometer sesuai standar nasional, Bojongsari kurang layak meski bebas rintangan,” kata Yadi.

                      Walaupun sudah dilatih, tak sedikit merpati yang terbang ‘salah alamat’.  Sejumlah merpati jantan kerap hinggap di pohon, nyasar ke rumah orang atau mendarat di kepala penonton.  Akibatnya sang betina yang menyongsong di ujung penantian berharap cemas si jantan buah hati segera tiba di pelukan. Merpati memang tak pernah ingkar janji seperti lagunya Paramitha Rusady. Atas janjinya itu, dalam hitungan detik ke-dua pasangan akhirnya bersua di tangan joki, walau ujung-ujungnya mesti kembali masuk sangkar.  "Sejauh ini tak ada kejadian misalnya merpati sampai hilang atau tewas di TKP.  Peserta boleh diikutkan lagi jika kalah di babak sebelumnya namun hanya diberikan kesempatan sekali daftar ulang," kata wasit Yudi.  (Jeffry) 

 Andri, panitia Lapak Dayung Cup 2015
Joki harus berada di dalam garis patik.  (Photo : Jeffry/K2 FM)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger