Home » » Tradisi Ngarot Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Tradisi Ngarot Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Written By K2-911FM on Sep 27, 2015 | 10:07 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Minggu,27/9-2015, 22:07 WIB

Tradisi Ngarot yang rutin digelar tiap tahun oleh masyarakat Desa Lelea, ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Jawa Barat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Secara bersamaan, 2 kesenian lainnya Sintren (Kabupaten Cirebon) dan Mamaos (Kabupaten Cianjur) juga mendapatkan pengakuan resmi pemerintah tentang keaslian seni-budaya lokal di tahun 2015.

Dari sebanyak 30 warisan budaya tak benda asal Jawa Barat yang diajukan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar dan instansi terkait di Kota/Kabupaten, hanya tiga yang diakui secara nasional oleh Kemendikbud ; Sintren, Ngarot dan Mamaos.

Adat tradisi Ngarot adalah satu dari sekian banyak kekayaan budaya Indramayu.  Hal itu diakui oleh Asep Ruchiyat, S.Sn dari Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu.  “Di Indramayu boleh dibilang sebagai sentra dan paling banyak memiliki keragaman budaya se-Jabar, dan Ngarot merupakan satu-satunya budaya yang tak dimiliki daerah lain  di Indonesia,” papar Asep kepada reporter K2 FM Nuniek Agustina. 
 
Sebelum penetapan sebagai warisan budaya tak benda, tradisi Ngarot lanjutnya, telah lolos verifikasi pada Juni 2015 lalu. Kemudian pada 21-23 September lalu melalui sidang penetapan di Hotel Millenium Jakarta, Kemendikbud akhirnya mengakui secara resmi Ngarot sebagai warisan budaya tak benda asal Jabar. Tim pengusul bisa meyakinkan keberlangsungan tradisi upacara adat Ngarot, baik tentang kekhasan yang dimiliki, keunikan bahasa maupun lagu-lagu daerahnya.
   
Untuk itu dalam memeriahkan harjad ke 488 Indramayu tahun 2015, Disporabudpar Indramayu melalui Tim Kreatif akan menampilkannya dalam sebuah karnaval bertajuk “Exotica Sewu (1.000) Gadis Ngarot”.

                       “Pada karnaval tersebut, 1.000 Gadis Ngarot dengan busana khas yang dikenakan para pelajar ambil bagian di barisan paling awal, disusul Topeng Kelana, Jangkungan dan penampilan kesenian 31 kecamatan,” pungkas Asep.  (Jeffry/Nuniek) 

  Asep dan reporter K2 FM Nuniek.  (Photo : Jeffry/Dok K2 FM)
Share this article :

+ comments + 1 comments

Website yang sangat menginspirasi, teruslah untuk mengembangkanya

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger