Home » » Kiprah Kepengurusan Baru DKI Tancap Gas

Kiprah Kepengurusan Baru DKI Tancap Gas

Written By K2-911FM on Mar 15, 2016 | 1:22 PM

INDRAMAYU – K2 FM – Selasa,15/3-2016, 13:21 WIB

                        Dalam kurun waktu sekitar dua bulan saja, kepengurusan baru Dewan Kesenian Indramayu (DKI) periode 2015-2018 sudah mulai menunjukkan kiprahnya.  DKI langsung tancap gas merealisasikankan sejumlah program kerja, baik dalam bentuk pertunjukan seni tradisi maupun lomba-lomba.

                        Masyarakat dan seniman Indramayu menaruh harapan besar kepada lembaga kesenian ini dalam pelestarian seni-budaya lokal, terutama menyelamatkan kesenian asli Indramayu dari kepunahan.  Tak heran, Ketua DKI Sihabudin harus selektif menyusun komposisi kepengurusan untuk masa bakti 3 tahun mendatang. Iapun segera menempatkan orang-orang yang mau mengabdi terhadap keberlangsungan organisasi.

                        “Jumlah Komite masih tetap delapan, ditambah Bidang Sumber Daya dan Dana yang akan mencari sumber dana dari pihak luar selain dari APBD,” jelas Sihabudin saat talk show di K2 FM.  Hal itu untuk menyikapi anggaran APBD yang belum turun.  Pihaknya tak mau hanya karena anggaran belum turun maka  proses berkesenian ikut mandeg.

                        Sihabudin berkeinginan, lembaga kesenian yang dipimpinnya, dalam menjalankan program kegiatan tidak selalu digelar di gedung DKI (Panti Budaya-red).  DKI tidak harus menjadi pelaku seni, tapi memfasilitasi dan mendorong komunitas untuk berkesenian.  “Bukan menjadi sebuah ukuran kesuksesan jika DKI menyelenggarakan kegiatan sendiri, dan hanya ditonton oleh orang-orang DKI juga,” Tak jarang ia melakukan ‘saba budaya’ ke seluruh pelosok Indramayu untuk menyerap aspirasi seniman.  Hal itu agar DKI tidak bersifat sentralistik mengingat wilayah Indramayu cukup luas, banyak seniman dengan beragam jenis kesenian.

                        “Saya prihatin ketika sebagian masyarakat belum tahu DKI, terutama wilayah Inbar,” katanya saat mendatangi daerah Salam Darma (Anjatan) dan Patrol.
 
                        Sebagai ketua baru DKI, ia mengucapkan terima-kasih atas kepercayaan para peserta Museni untuk mengemban amanat dalam Musyawarah Seniman VI yang dihelat Sabtu 19 Desember 2015 silam. Ada sesuatu yang berbeda dari penyelenggaraan Museni dari periode-periode sebelumnya.  Museni dilaksanakan di hari Sabtu dan tempat pelaksanaan yang biasanya di Panti Budaya, waktu itu mengambil tempat di Grand Trisula Hotel.

Secara nasional, payung hukum pembentukan dewan kesenian di Indonesia pernah dibuat, namun sebenarnya kurang kuat. “Yang saya tahu, dasar pembentukannya adalah Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 5A Tahun 1993 tentang Dewan Kesenian,” kata seorang tokoh seniman Indramayu.

                     Mungkin memang dibutuhkan Undang-Undang tentang Kesenian Nasional. "Kalau olahragawan memiliki Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional, pendidik lewat Sisdiknas, mengapa seniman tidak ,” ungkapnya.  (Jeffry)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger