Home » » Peringati Kemerdekaan RI, Toserba Yogya Gelar Lomba Fashion Merah-Putih

Peringati Kemerdekaan RI, Toserba Yogya Gelar Lomba Fashion Merah-Putih

Written By K2-911FM on Jul 28, 2016 | 11:14 PM


INDRAMAYU – K2 FM – Kamis,28/7-2016, 23:14 WIB

                        Memperingati 71 Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI, Toserba Yogya Indramayu mengadakan “Lomba Model Fashion” untuk anak dan remaja pada Minggu 14 Agustus 2016.  Pelaksanaan lomba dipercayakan pada GRATIFY, sebuah event organizer yang berpengalaman dalam dunia modeling.

                        Lomba yang menyasar kalangan anak/remaja itu meliputi kategori anak usia di bawah 6 tahun, usia 7 - 12 tahun dan usia 13 - 23 tahun.  Peserta wajib mengenakan busana casual corak merah-putih, dengan biaya pendaftaran Rp. 150 ribu mendapatkan produk Mustika Ratu.

Untuk yang tidak terbiasa berlenggang-lenggok di atas kanvas, GRATIFY menawarkan pilihan lain berupa "Lomba Fotogenic".  "Syaratnya hanya menyerahkan foto ukuran 4R.  Pendaftaran dipungut biaya Rp. 85 ribu saja," kata ketua panitia Wulan.

Tak kalah menarik selain untuk anak/remaja, GRATIFY memberikan kesempatan untuk umum lewat ajang "Lomba Rias Pengantin Adat Sunda" di hari yang sama.  Wulan menjelaskan mengapa dipilih adat sunda karena secara geografis Indramayu berada di Jawa Barat.  Ia ingin keikut-sertaan peserta datang dari wilayah Ciayumajakuning dan Jawa Barat umumnya.

              Pihaknya saat ini telah mempublikasikan kegiatan ke sejumlah griya kecantikan khususnya rias pengantin.  "Publikasi juga disampaikan setiap saat ke pengunjung Toserba Yogya  saat pengunjung berbelanja," kata Wulan.

Dari keseluruhan lomba tersebut, panitia menyediakan hadiah uang tunai, trofi dan sertifikat untuk pemenang sebagai penghargaani atas upaya peserta dalam berpartisipasi ikut lomba sekaligus mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif.

                  Terkait "Lomba Rias Pengantin Adat Sunda", menurut seorang anggota Dewan Kesenian Indramayu (DKI) Agustinus, itu sah-sah saja.  Indramayu sendiri menurutnya memiliki banyak adat istiadat dalam prosesi pernikahan.
.
Ia menyebut tradisi bernama Rebut Lawang dari desa Tugu Sliyeg, Rebut Pedaringan dari Krangkeng atau juga Bobot Penganten mempunyai keunikan masing-masing.  “Kalau segi tata rias, pengantin Indramayu biasanya tanpa memakai pernak-pernik Dandanan pengantin (wanita) sederhana,, atasan kain brukat putih dan bawahan pakai kain motif liris,” ujar Tinus kepada K2 FM, Kamis (28/7).   

                         Usaha di bidang rias pengantin adat Sunda kata Tinus memang diakui lebih laris daripada adat Indramayu.  (Jeffry) .

 Wulan.  (Photo : Dok. K2 FM)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger