Home » » Dicari : Pengamen Jalanan Kreatif Lewat Kompetisi

Dicari : Pengamen Jalanan Kreatif Lewat Kompetisi

Written By K2-911FM on Aug 1, 2016 | 3:22 PM



INDRAMAYU – K2 FM – Senin,1/8-2016, 15:22 WIB

                        Jalanan menjadi ruang berkarya sekaligus sumber kehidupan para musisi yang punya talenta di bidang musik.  Sayangnya, kehidupan pengamen jalanan di kota-kota besar semakin dibatasi ruang geraknya oleh kebijakan pemerintah daerah yang dinilai mengganggu ketertiban umum.  Disayangkan pula, dunia mereka dirusak oleh ulah pengamen yang memaksa atau memalak saat mencari rejeki.

                        Kreativitas pengamen jalanan sebenarnya tak kalah hebat dengan komposer kelas nasional, utamanya dalam menciptakan lagu. Kendati bermodalkan gitar ukulele atau paling banter ditambah kendang bekas pipa paralon, aransemen musik serta lirik bertema kritik sosial, nilai-nilai kemanusiaan dan semangat akan harapan perubahan hidup.

                    Keberadaan pengamen jalanan kini banyak menarik perhatian masyarakat khususnya youtubers.  Berkat jasa media, pengamen seperti Tegar asal Subang atau Teguh dari Pondok Gede Bekasi menjadi terkenal.  Satu nama lagi, Ridho Kurniawan (24) dapat menembus audisi Indonesian Idol 2012.  Tak kurang 3 orang juri waktu itu, Ahmad Dhani, Agnes Monica dan Anang Hermansyah menyatakan salut pada pengamen asal Sukabumi ini.  "Karakter suara kamu asik banget dan cara nyanyinya bener-bener laki banget," puji Agnes Mo.

                       Sama halnya dengan kehidupan pengamen di kota besar, pengamen jalanan Indramayu punya potensi besar dalam melahirkan satu karya.  Dan sebagai sarana mengukur kemampuan mereka, Komunitas Musisi Pengamen Jalanan Indramayu menggagas "Festival Musik Pengamen Jalanan" pada tanggal 18 September 2016 di Pusat Jajanan Kuliner Cimanuk Indramayu.

                             Festival khusus musisi jalanan ini, ditujukan untuk kelompok pengamen. Kelompok terdiri dari 3 sampai 5 orang per-grup.  Pendaftaran ditutup sampai 7 September 2016.  Tempat pendaftaran di gedung DKI, jalan RA. Kartini no. 1 Indramayu atau di Wa Gepeng radio K2 FM. .  Panitia menyediakan hadiah uang tunai juara 1 Rp. 2 juta, juara 2 Rp. 1,5 juta dan juara 3 sebesar Rp. 750 ribu.  

                            Panpel melalui Suparli mengatakan, dari ajang ini akan tampak seberapa besar animo para pengamen sekaligus membedakan mana pengamen sungguhan dan mana grup dadakan.  "Semua diserahkan kepada kejelian juri untuk melihat mana pengamen asli dan bukan, yang dibentuk hanya ingin jadi juara saja," tutur Parli, pimpinan kelompok ngamen Alergo ini.

                             Beruntung, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) sebagai lembaga seni mewakili pemkab Indramayu mendukung rencana Parli. Sebelumnya, gagasan membuat festival pengamen jalanan pernah diutarakan oleh Sekretaris Daerah Indramayu H. Ahmad Bahtiar, SH.  "Coba dong bikin festival pengamen jalanan karena mereka itu seniman yang menghidupi keluarga," kata Sekda kepada K2 FM beberapa tahun lalu.  Ide ini lantas tercium dan segera diwujudkan Parli cs. 

                            Panitia berharap, sinyal baik Pemkab terhadap pengamen jalanan di Kabupaten Indramayu disikapi serius, bukan membatasi atau melarang seperti contoh di Mataram Nusa Tenggara Barat.  Pemerintah daerah di sana melarang pengamen beroperasi di jalanan umum.  Di Kota Depok, larangan bahkan diterbitkan melalui peraturan daerah (Perda Kota Depok no. 16 Tahun 2012).  (Jeffry)



Share this article :

Post a Comment

 
Support : Kang Imron Jagat
Copyright © 2011. K2-911 FM | KIJANG KENCANA - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger